Memilukan, Ratusan Anak di Tangerang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19


Memilukan, Ratusan Anak di Tangerang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

lndonesia.org - Selama pandemi Covid 19, ratusan anak di Kota Tangerang menjadi yatim piatu.

Kasi Data Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang, Arif Rahman mengatakan mereka yang menjadi yatim piatu tidak lain karena orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19

Ia mengatakan, setidaknya ada 838 anak-anak yang kini terpaksa hidup sebagai yatim piatu sepeninggal orang tua mereka karena virus Corona.

"Ratusan anak-anak yang menjadi yatim piatu itu tersebar di 13 kecamatan di Kota Tangerang," ujarnya, Minggu (28/8/2021).

Arif menjabarkan, dari 13 kecamatan yang ada, Kecamatan Ciledug mendominasi dengan angka lebih dari 100 anak. Sementara itu untuk wilayah paling sedikit, yakni terdapat di Kecamatan Benda. 

"Di Kecamatan Ciledug ada 126 anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Dan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Benda sebanyak 26 anak-anak," jelasnya.

Bahkan Arif menyebut salah satu anak masih berusia balita. Hal tersebut terjadi saat sang ibu meninggal usai melahirkannya. 

"Ibunya terpapar Covid 19. Ada yang umurnya 9 bulan. Dari ratusan anak yang terdata itu, semuanya di bawah 16 tahun," katanya.

Arif menambahkan pihaknya akan berupaya membantu menekan kasus kematian orang tua ataupun anak akibat covid-19.

"Kita terus berupaya," pungkasnya.

Sebelumnya, dua remaja di Tangerang yakni, M Ramdani (19) bersama adiknya Muhamad Denas Wahid (12) yang juga menjadi yatim piatu akibat ditinggal meninggal kedua orangtuanya terpapar Covid-19, mendapat kesempatan diangkat menjadi anak Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Deonijiu De Fatima.

"Pertama yang meninggal ibu tanggal 9 Juli, seminggu kemudian ayah meninggal karena Covid-19," kata sang kakak, Ramdani saat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Polsek Jatiuwung, Kamis (05/08/2021) lalu. 

Bahkan menurut dia, kepergian orang tercintanya bukan hanya orangtuanya saja. Namun nenek tercinta mereka juga meninggal karena kaget mendengar ibu dari Ramdani meninggal.

Sang nenek meninggal beberapa hari setelah ibu dari Ramdani dan Denas menghembuskan nafas terakhirnya. 

"Jangan anggap sepele sama penyakit ini (Covid-19) karena saya sendiri mengalami. Orang tua tidak ada, makanya mencegah saja masker dipake kalau bisa double," imbau Ramdani. 

Melihat kepiluan mereka Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima langsung bergerak cepat.
Tanpa pikir panjang, Deonijiu langsung mengangkat keduanya menjadi anak angkat untuk menjamin kehidupan dan pendidikan dari Ramdani dan Denas. 

"Dua adik ini orang tuanya meninggal dan menjadi yatim piatu karena ibunya kena Covid-19 dua minggu lalu disusul seminggu lalu ayahnya. Kami dari kepolisian akan perhatikan mereka, karena jadi anak yatim. Kami akan jadikan anak asuh untuk diperhatikan kebutuhan mereka," kata Deonijiu. 

Atas kejadian yang menimpa dua orang anak ini Deonijiu berharap masyarakat tidak menyepelekan Covid 19. [poskota]

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.