Faldo: Kami dari Kampung, Beda dengan AHY Ketum Partai di Usia Muda


Faldo: Kami dari Kampung, Beda dengan AHY Ketum Partai di Usia Muda

lndonesia.org - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta anak muda tidak diberi karpet merah. Politikus muda Faldo Maldini menyinggung dirinya yang berproses dari kampung, beda dengan AHY.

"Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Agus Yudhoyono. Semuanya harus berproses. Mesti ditempa, ditempa. Terbentur, terbentur, terbentuk," kata Faldo Maldini, Selasa (24/8/2021).

Faldo mengungkit Pilkada 2017, yang mana AHY gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, ini bagian proses AHY.

"Beliau sempat ikut Pilkada DKI dan kalah, namun tidak berhenti. Sekarang, masuk survei capres terus. Ini memperlihatkan bahwa beliau adalah politisi yang mau berproses dalam demokrasi elektoral kita. Ini sudah harus kita semua terima sebagai fakta," katanya.

Faldo menyebut setiap orang berproses dengan cara masing-masing. Sementara dia dari kampung, AHY disebutnya bisa menjadi ketua umum partai di usia muda.

"Tiap orang prosesnya beda-beda. Kami yang dari kampung, ketua pengurus partai tingkat provinsi, tentu beda prosesnya dengan Pak Agus Yudhoyono, yang ketua umum partai politik di usia muda, banyak kader senior dan berpengalaman yang harus dikelola," ujar Faldo, yang kini menjabat stafsus Mensesneg.

Faldo menyebut tantangan yang dihadapi AHY beragam dan rumit. Dia menyampaikan salam hormat kepada AHY.

"Saya yakin tantangan beliau juga sangat kompleks. Saya harap kita sama-sama menjaga, semoga tidak ada yang kecilkan beliau, tokoh hebat. Salam hormat buat beliau," ujarnya.

Pernyataan AHY

Dalam pidato kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY meminta anak muda tidak diberi karpet merah. AHY mulanya menjabarkan apa yang dibutuhkan anak muda, yaitu kesempatan.

AHY menyebut muda juga berarti tidak ragu untuk keluar dari zona nyaman, beradaptasi, bekerja keras, menghadapi disrupsi, dan menjawab tantangan zaman. Muda, katanya, berarti pantang menyerah dan tidak takut gagal karena dalam setiap kegagalan ada pelajaran untuk bangkit dan peluang menang. Barulah AHY berbicara soal karpet merah.

"Anak muda tidak boleh dimanja, apalagi disiapkan karpet merah. Namun jangan pula biarkan mereka tumbuh dan berimajinasi tanpa arah," ujar AHY.[detik]

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.