Bantuan Oksigen ke Solo dari Luhut hingga Singapura: Cepat Sekali Datangnya!


Bantuan Oksigen ke Solo dari Luhut hingga Singapura: Cepat Sekali Datangnya!


lndonesia.org - Bantuan oksigen terus mengalir ke Kota Solo. Selain bantuan oksigen tabung dari sebuah situs elektronik komersial yang berpusat di Singapura, bantuan alat konsentrator oksigen juga datang dari Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves).
Hari ini, dua jenis bantuan itu tiba di Solo.

 Bantuan dari kementerian pimpinan Luhut Binsar Panjaitan itu datang sebanyak 150 unit dan diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih.

"Ini cepat sekali, kemarin malam staf khususnya Pak Menko (Luhut) ke Solo dan hari ini alatnya sudah sampai sini. Langsung didistribusikan dan segera dimanfaatkan," kata Siti Wahyuningsih, Sabtu (24/7/2021).

Menurutnya, alat konsentrator oksigen ini memiliki fungsi yang sama dengan oksigen tabung maupun oksigen likuid. Namun, kata dia, biaya penggunaan oksigen bisa lebih hemat dengan menggunakan alat tersebut.

"Fungsinya sama. Sama-sama oksigen. Tapi cara kerjanya yang beda. Ini lebih irit katanya," ujar dia.

150 unit konsentrator oksigen itu akan dibagi ke 15 rumah sakit secara proporsional. Selain Kota Solo, alat tersebut juga dibagikan ke daerah lain.

"Ini kita bagi ke rumah sakit. Tempat isolasi terpusat juga membutuhkan. Oksigen ini selain (dikirim ke) Solo, saya lihat juga dikirim ke Yogyakarta, Ngawi dan Bali," ungkapnya.

Setelah kedatangan konsentrator oksigen, Pemkot Solo juga menerima oksigen tabung dari Shopee Singapura. Bantuan dari Shopee ini merupakan kedua kalinya setelah pengiriman pekan lalu yang berjumlah 14 ton.

"Hari ini ada 14 ton lagi, Tadi ada keterlambatan pesawat, karena mendarat di Batam dulu jadi agak mundur," kata dia.

Ning mengatakan adanya bantuan oksigen tersebut sangat membantu meskipun kebutuhan oksigen di Solo sebetulnya masih jauh lebih besar. Sebab jumlah pasien di Solo sangat besar karena menjadi rujukan dari daerah lain.

"14 ton itu di Solo itu nggak cukup. Sehari kebutuhannya 50 ton. Tapi dengan tabung ini sangat membantu. Karena kalau RS yang tidak punya likuid, andalannya tabung," tutupnya.(detik)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.