Kill The DJ: Ngurus Pandemi Saja Belum Beres, Sudah Gagas Pilpres 2024!


Kill The DJ: Ngurus Pandemi Saja Belum Beres, Sudah Gagas Pilpres 2024!


lndonesia.org - Musisi Marzuki Mohamad atau dikenal Kill The DJ melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang membahas Pilpres 2024 di masa pandemi Covid-19.

Terlebih, saat ini situasi Indonesia sedang genting karena kasus harian Covid-19 terus mengalami lonjakan dari waktu ke waktu.

Belum lagi ditambah dengan kemunculan varian baru Covid-19 yang menambah kekacauan penanganan Covid-19.

Melalui akun Twitter @killthedj, seniman asal Yogyakarta itu memberikan sindiran menohok untuk pihak-pihak yang membahas Pilpres 2024 di situasi tak tepat.

"Ngurus pandemi saja belum beres sudah menggagas Pilpres 2021?! As* kabeh!!!" cuit Kill The DJ seperti dikutip Suara.com, Minggu (20/6/2021).

Sebagai informasi, beberapa waktu terakhir isu Pilpres 2024 semakin banyak dibahas oleh berbagai pihak.

Mulai dari kabar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang terganjal melaju dalam kontestasi Pilpres 2024 hingga kemunculan komunitas yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat selama tiga periode.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, selaku pendukung dan pencetus Jokowi tiga periode dengan Prabowo Subianto sebagai cawapresnya, ikut menanggapi peluncuran seknas tersebut.

Pertama dikatakan Qodari, keberadaan seknas yang disebut sebagai organisasi itu merupakan wadah dari berbagai pihak yang menyambut ide dan gagasan Qodari menyoal Jokowi-Prabowo untuk 2024.

Sebagaimana diketahui, gagasan itu pernah dilontarkannya pada periode Februari-Maret 2021.

"Sebetulnya organisasi ini adalah wadah bagi mereka yg merespons gagasan itu, misalnya ketua Jokpro 2024 ini Mas Baron adalah simpatisan lama Pak Jokowi, dia punya komunitas pendukung Jokowi namanya Caberawit, dan mereka mengundang saya ketemu dengan mereka semua dan bentuk selanjutnya adalah organisasi ini," tutur Qodari kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut kata Qodari, Seknas Jokowi-Prabowo 2024 itu diketuai relawan garis miring simpatisan Cabe Rawit.

Menurutnya organisasi dan simpatisan beraneka ragam, mulai dari formal dan informal.

"Ada yang lebih terorganisir, ada yang lebih cair. Begitu. Yang lebih formal misalnya seperti Projo, seperti misalnya Bara JP, tapi ada yang lebih informal dan lebih cair. Seperti Cabe Rawit itu," kata Qodari. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.