Ribut Antara Pengikut dan Anak saat Lia Eden Meninggal


Ribut Antara Pengikut dan Anak saat Lia Eden Meninggal



lndonesia.org - Lia Aminuddin atau dikenal sebagai Lia Eden meninggal dunia. Tetangga Lia Eden, Idris (54), menyebut sempat terjadi keributan di hari meninggalnya Lia Eden.

"Jadi pas dikabarin meninggal, itu anak pertamanya datang ke rumah mau lihat mamanya tapi dihalangi masuk sama pengikutnya. Sempat ribut kecil di depan rumah," ujar Idris di dekat kediaman Lia Eden, Jalan Mahoni, Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021).

Idris mengatakan Babinsa setempat sempat melerai anak pertama Lia Eden dengan pengikut Lia Eden. Dia tak menjelaskan mengapa anak Lia Eden dihalangi masuk.

"Iya ditengahi mereka, abis itu ngobrol berempat. Anak pertamanya, pengikut satu orang dan dua Babinsa," kata Idris.

Sehari sebelum meninggal, Lia Eden sempat terlihat berbelanja. Menurutnya, ada pengikut yang menemani Lia Eden saat itu.

"Iya hari Jumat pagi tuh waktu itu pukul 07.00 WIB kalau nggak salah, dia sempat beli sayur depan rumahnya. Ditemani dia sama pengikutnya yang tinggal di dalam rumah ada tiga orang," jelasnya.

Idris menyebut Lia Eden tidak pernah terlihat lagi berinteraksi dengan warga sekitar. Namun, masih sering keluar rumah untuk berbelanja bersama pengikutnya.

Tetangga lainnya, Zulfikar (34), mengatakan Lia Eden sudah tidak terlihat bersosialisasi dengan warga sekitar. Menurutnya, Lia Eden terakhir ngobrol dengan warga pada 2012.

"Iya terakhir itu tahun 2012 kalau ngga salah dia ngobrol sama warga sini," kata Zulfikar.

Zulfikar mengatakan ada puluhan pengikut Lia Eden yang tinggal di rumah tersebut atau dikenal dengan 'Kerajaan Tuhan'. Mereka jarang terlihat keluar rumah, namun jika ada yang keluar akan mengenakan pakaian putih-putih.

Pantauan detikcom pukul 14.09 WIB, kediaman Lia Eden terlihat sepi. Tak ada aktivitas apa pun.

"Iya dulu tuh dia pengrajin bunga kering. Sempat ada panggilan dari TVRI juga kok. Sempet punya toko bunga tapi saya lupa namanya," ucap Zulfikar.


Sebelumnya, Lia Eden meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021). Jenazah telah disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Jakarta di Pluit, Jakarta Utara, sejak 9 April.

Seperti diketahui, pada 2005, Indonesia pernah digegerkan oleh kemunculan Lia Aminudin alias Lia Eden, yang mengaku mendapatkan wahyu. Lia Eden mengaku memperoleh wahyu dari Jibril. Dia pun mendapatkan sejumlah pengikut lewat Takhta Suci Kerajaan Tuhan.

MUI menilai ajaran Lia Eden sebagai ajaran sesat. Lia Eden kemudian ditangkap atas tuduhan penodaan agama. Yang terakhir, dia pernah dihukum selama 2,5 tahun penjara dan bebas pada 15 April 2011.


Saat bebas, Lia Eden mengaku tidak kapok dipenjara. Lia menyatakan akan terus menyiarkan keyakinannya dengan mendamaikan semua agama.

"Ah, nggak. Saya tidak kapok. Saya akan kembali dengan tugas mulia saya. Saya tidak takut. Ini urusan Tuhan harus dilakukan. Amanat Allah harus dilakukan," kata Lia Eden saat menghirup udara bebas di LP Perempuan Tangerang, Jumat (15/4/2011).(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.