Pernyataan Sikap Rabithah Alawiyah Terkait Teror di Makassar-Penyerangan Mabes Polri


Pernyataan Sikap Rabithah Alawiyah Terkait Teror di Makassar-Penyerangan Mabes Polri


lndonesia.org - DPP Rabithah Alawiyah menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi bom bunuh diri di Makassar dan penyerangan Mabes Polri. 

Rabithah Alawiyah mengajak generasi muda agar waspada terhadap ideologi tertentu yang mengajak kepada aksi teror.

"Mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar waspada atas ajaran atau ideologi tertentu yang mengajak pada aksi teror. 

Ajaran atau ideologi yang mengedepankan kekerasan dan teror tersebut bertentangan dengan prinsip ajaran Islam yang dibawa Oleh Nabi besar Muhammad Saw," tulis DPP Rabithah Alawiyah lewat keterangan tertulis, Sabtu (3/4/2021).

Rabithah Alawiyah turut menyampaikan duka mendalam terhadap aksi teror yang terjadi belakangan ini. Mereka mengutuk segala bentuk teror, yang tidak sesuai dengan ajaran agama manapun.


Berikut poin-poin pernyataan sikap DPP Rabithah Alawiyah terkait aksi teror di Makassar dan Mabes Polri:

1. Menyatakan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang telah menimbulkan korban jiwa dan materi.

2. Mengutuk segala bentuk aksi teror yang jelas-jelas tidak sesuai dengan ajaran agama manapun. Aksi teror adalah tindakan yang tidak boleh mendapat tempat, terutama di negara kita tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia

3. Mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar waspada atas ajaran atau ideologi tertentu yang mengajak pada aksi teror. Ajaran atau ideologi yang mengedepankan kekerasan dan teror tersebut bertentangan dengan prinsip ajaran Islam yang dibawa Oleh Nabi besar Muhamad Saw.

4. Mendukung aparat untuk mengusut tuntas peristiwa ini dengan adil, tegas, dan profesional dalam menindak segala aksi teror. Rabithah Alawiyah percaya dengan profesionalisme polisi dalam memutus mata rantai teror secara adil.

5. Hendaknya penegak hukum dan Pemerintah mampu menegakkan hukum yang adil bagi semua rakyat dan tidak memberikan stigma yang negatif kepada pihak-pihak tertentu, sehingga kebersamaan dan kesatuan bangsa ini tetap terjaga dengan baik.

6. Mengimbau kepada segenap elemen bangsa agar memperkuat sinergi dan persatuan dalam melawan rentetan teror. Teror mesti dihadapi bersama dengan mengedepankan kewaspadaan, namun tanpa rasa takut dan meminimalkan perbedaan politik.(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.