Mengapa Sandi Baru Ungkap Dugaan Korupsi 'Sepatu' Damkar Depok?


Mengapa Sandi Baru Ungkap Dugaan Korupsi 'Sepatu' Damkar Depok?


lndonesia.org - Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Sandi, membongkar dugaan korupsi pengadaan sepatu di tempat kerjanya yang dianggarkan pada 2018. 

Mengapa Sandi baru mengungkap dugaan korupsi sepatu Damkar Depok 2018 tahun ini?

"Bagaimana ya, karena ya, tahu sendiri pimpinan selalu mengatakan, 'kalau misalnya kalian protes, kalau ini, silakan bikin surat pengunduran diri', gitu. Selalu berbicara kata-kata seperti itu, mengintimidasi anggota yang ingin menyuarakan hak, selalu seperti itu," ujar Sandi saat berbincang dengan wartawan, Kamis (15/4/2021).

Sandi mengaku mencintai dan bangga bisa berseragam damkar. Sandi menginginkan adanya perubahan di Damkar Depok.

"Dan kemarin saya pikir saya sudah kepalang tanggung. Itu sudah, di hati tuh. Saya begini karena saya mencintai pemadam. Saya bangga sama pemadam, seragam saya. Jadi saya mau perubahan," jelasnya.

Lebih lanjut, Sandi bercerita mendapat surat peringatan (SP) akibat membongkar dugaan korupsi di Damkar Depok ini. Dia pun mengatakan tidak mendapat penjelasan perihal SP itu dari pimpinannya.

"Saya masih bekerja, tapi sudah dikasih surat teguran, SP, SP1. Karena saya sebelumnya memang nggak pernah ada masalah, pekerjaan itu. Terus juga pas kemarin saya dikasih surat teguran, saya berpikir ini surat teguran apa, gitu. Jadi dukungan dari komandan regu juga, 'lu tetep masuk, karena lu nggak ada kesalahan dari kinerja', gitu," ucapnya.

"Ya saya juga menanyakan surat teguran itu kepada pimpinan. Pimpinan hanya bilang, 'ya udah lu terima aja itu surat teguran', begitu nggak menjelaskan," kata Sandi.

Untuk diketahui, awal mula dugaan korupsi di internal Damkar Depok mencuat setelah Sandi membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan, 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'. Ada juga poster, 'Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi Dinas Pemadaman Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dia dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi mengatakan ada dugaan pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Dia mengaku menerima ancaman berupa desakan untuk mengundurkan diri hingga diberi surat peringatan (SP) oleh atasannya seusai dengan aksinya itu. Dia juga mengaku dijutekin.(RMOL)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.