Kebijakan Pemerintah Kontradiktif, Terkesan Tidak Tahu Malu


Kebijakan Pemerintah Kontradiktif, Terkesan Tidak Tahu Malu


Oleh: Damai Hari Lubis
Pengamat Mujahid 212

*Bagaimana tidak kontras? Membangun istana di Kalimantan Timur di publis, namun berbarengn dengan itu Pemerintah juga minta wakaf melalui GNWU (Gerakan Nasiinal Wakaf Uang) kepada rakyat yang sedang tiarap karena pekerjaan dan pendapatannya sedang prihatin akibat Covid 19, terkait ini (keprihatinan bangsa) pemerintah tentu sangat tahu*

*Sri Mulyani mengakui sebagai Menteri Keuangan bahwa negara di dunia  sedang mengalami gejala perekonomian terburuk sepanjang selama 150 tahun, termasuk Indonesia ikut terpuruk oleh sebab adanya wabah Corona 19, sehingga mengakui perekonomian sistem syariah perlu diadopsi?  Namun sebaliknya Presiden Jokowi menyatakan Indonesa di tahun 2024 akan mengalami kemajuan ekonomi yang akan menjadikan garis kemiskinan dibawah 0 %*

*Sehingga pantas kalau pengelolaan penguasa pemerintahan Jokowi ini membingungkan bahkan bisa dikatakan tidak punya malu, karena beberapa kebijakannya ambigu dari sudut pandang pembangunan ekonomi oleh beberapa komponen atau kelompok masyarakat bangsa ini, terutama pembangunan dan penegakan dibidang hukum, dimana TSK kasus pembunuhan masih dapat berkeliaran (bertugas) namun di sisi lainnya sekedar faktor kerumunan yang dituduh pelanggaran terhadap Prokes Covid 19 langsung dikerangkeng serta diadili. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.