Jika Anak-Anak Mega Tak Kompak, BG Jadi Alternatif


Jika Anak-Anak Mega Tak Kompak, BG Jadi Alternatif


lndonesia.org - Munculnya aspirasi kader PDI Perjuangan yang mencalonkan Mohammad Prananda Prabowo (Nanan) jauh-jauh hari sebelum Kongres, dinilai oleh kalangan pengamat sebagai tanda-tanda retaknya soliditas di tubuh partai banteng gemuk. 

Sebab, sejak 2014, wajah PDI Perjuangan di mata publik lebih banyak diwakili oleh Puan Maharani yang kini menjadi Ketua DPR.

Jika keretakan antara faksi Nanan dan faksi Puan tak bisa diatasi hingga menjelang Pemilu 2024, Megawati diyakini bakal menunjuk figur alternatif yang netral untuk menjadi Ketua PDI Perjuangan sekaligus Calon Presiden. Kepala BIN Budi Gunawan (BG) yang merupakan mantan ajudan Presiden Megawati disebut-sebut berpotensi untuk menjadi figur alternatif itu.

Pandangan tersebut dikemukakan pengamat dan praktisi strategi komunikasi Fajar Shodik dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/4).

“BG punya citra menonjol sebagai komunikator politik yang mampu meredam potensi konflik bangsa, khususnya setelah ia berhasil mengatur pertemuan Jokowi dan Prabowo pasca Pilpres 2019. Saya kira, jika Nanan dan Puan tak mencapai kompromi, Bu Mega akan melirik BG,” ujar alumnus Fakultas Hukum UMS tersebut.

Tampilnya BG sebagai pucuk pimpinan partai maupun Capres 2024, kata Fajar, punya dampak positif bagi PDI Perjuangan. Selepas era Megawati usai, partai tersebut dianggap memerlukan figur solidarity maker yang mampu menjaga keutuhan partai. Sebagai orang yang sangat dekat dengan Megawati, ia dinilai bisa diterima faksi Nanan maupun faksi Puan.

Meski demikian, jika BG tampil sebagai Capres, purnawirawan jenderal polisi itu dianggap memiliki tantangan yang tidak mudah. Dalam pengamatan Fajar, BG selama ini lebih dikenal sebagai aparat keamanan dan intelijen dengan berbagai kerja silent. Publik dinilai belum mengenal pikiran-pikiran BG di bidang-bidang yang lain. Padahal, isu utama bagi publik dalam beberapa tahun ke depan adalah pemulihan ekonomi yang menurun akibat pandemi Covid-19.

Karena itu, BG disarankan lebih aktif mengkomunikasikan berbagai gagasan yang bisa ia tawarkan untuk membawa bangsa ini keluar dari krisis pasca pandemi. Untuk menjalankan agenda tersebut dan agar tidak mengganggu posisinya sebagai Kepala BIN, pria berkumis itu disarankan untuk memanfaatkan pihak ketiga sebagai komunikator publik, misalnya jejaring relawan.

“Dalam keterbatasannya tampil mengeluarkan pernyataan-pernyataan di luar soal intelijen, tim BG dapat mendorong kelompok-kelompok relawan yang sudah mendeklarasikan dukungan kepadanya untuk menebarkan pikiran-pikiran cerdas yang selaras dengan suasana kebatinan rakyat,” tandasnya. (RMOL)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.