Aroma Pilpres di Balik Colekan Ganjar Pranomo ke Anies Baswedan


Aroma Pilpres di Balik Colekan Ganjar Pranomo ke Anies Baswedan


lndonesia.org - Meskipun Pilpres 2024 masih jauh, namun aromanya sudah mulai begitu terasa. Salah satunya dari momen 'colekan' Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Gubernur Anies Baswedan.

Colekan itu bermula dari tanya-jawab dengan warga bernama Tika di IG Live Stafsus Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman. Siaran langsung di medsos itu dilakukan bersama Ganjar.

Tika, dalam live IG itu, bertanya langsung. Dia membandingkan diskotek yang boleh buka, padahal ada larangan mudik.

"Saya Tika, Pak Ganjar, dari Semarang tapi sempet kerja di Jakarta kemaren. Terus kenapa nih Pak Ganjar tidak boleh mudik tapi ke diskotek dan tempat wisata masih tetap dibuka, sedangkan kalau diskotek itu kan pada suka-suka mabuk nih, itu kan udah nggak sehat, dia nggak akan tuh sadar untuk...," kata Tika, seperti dilihat tayangannya di YouTube, Minggu (18/4/2021).

Ganjar pun terkejut. Dia lantas menanyakan diskotek mana yang di masa pandemi ini masih beroperasi.

"Oh iya, diskotek mana? Kok tahu kalau ada diskotek buka? Kamu sering ke diskotek ya?" kata Ganjar.

Tika, yang mengaku sempat bekerja di Jakarta, kemudian menyebut nama tempat yang berada di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Fadjroel kala itu ikut merespons pertanyaan Tika dengan menjawab soal diskotek di Jakarta urusan Gubernur Jakarta. Ganjar pun menyebut nama Anies dan akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI.

"Nanti teman saya, namanya Pak Anies, nanti tak suruh biar beresin," balas Ganjar.

Ganjar kemudian mencontohkan tempat diskotek yang melanggar aturan dan langsung ditutup. Di akhir jawabannya, Ganjar membuat guyon perlu-tidaknya tim Pemprov Jawa Tengah ke Jakarta buat menutup kegiatan hiburan malam.

"Jadi yang seperti itu gini, dilaporin aja, ini kejadian, contoh Mbak sudah di Semarang kan sekarang. Diskotek joget-joget itu yang di dalam tahu lo ngerekam, ngerekam terus kemudian nggak pakai masker, jingkrak-jingkrak gitu. Langsung dikirim ke saya ada di DM, ke IG saya, ke Facebook saya. Langsung saya bilang, Satpol PP datengin hari ini, tutup besok pagi. Langsung saya tutup, nggak ada peduli. Jadi gitu, kasih aja ke saya, atau gini... saya kirim tim dari Jawa Tengah untuk tutup yang di Jakarta, eh nggak boleh ya," ujar Ganjar seraya tertawa.

Aroma Pilpres 2024

Golkar DKI merasakan persaingan antara calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024 dalam momen colekan Ganjar itu.

"Ini sih persaingan capres 2024 kayanya. Saya juga kaget dengarnya. Tidak mungkin Pak Anies buka diskotek, apa lagi Bulan Ramadhan begini," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco saat kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Basri menganggap Ganjar sedang berkelakar. Menurutnya, masih terlalu dini untuk membicarakan Pilpres 2024.

"Saya melihatnya lebih pada candaan menjelang capres 2024, he-he-he, tapi masih lama lah. Terlalu pagi," jelasnya.

Anggota Komisi E itu mengatakan sejauh ini pengawasan yang dilakukan Pemprov DKI terhadap tempat usaha sudah cukup baik. Dia meminta masyarakat aktif melaporkan apabila terjadi penyimpangan.

"Sudah cukup baik dan kalau ada yang buka agar masyarakat berani melapor dan akan kita tindak. Kalau ada petugas Satpol PP juga kongkalikong bisa dilaporkan agar kita kasih sanksi," tegasnya.

Selain itu, 'colekan' Ganjar ke Anies ini bisa dinilai sebagai arah manuver politik. Pasalnya, Anies dan Ganjar sama-sama masuk bursa capres 2024.

"Karena mereka berdua calon presiden maka tindak tanduknya itu wajar kalau kemudian kita mengarah atau mengartikannya sebagai manuver calon Presiden," kata pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Hensat juga menduga hal ini juga bisa dilihat dari rencana selanjutnya dari Ganjar. Dia menyebut bahwa Ganjar juga mungkin untuk mengejar peruntungan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Tapi khusus untuk Ganjar bisa juga sebagai plan B. Kalau nggak read oleh parpol, nggak punya elektabilitas cukup tinggi untuk calon presiden, bisa saja untuk mencari peruntungan menjadi Gubernur di DKI Jakarta," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hensat melihat persaingan Anies dan Ganjar merupakan persaingan yang sehat. Pasalnya, keduanya sedang beradu program.

"Tapi persaingan program misalnya antara Anies dan Ganjar sehat dan bagus banget. Sebuah perdebatan yang menurut saya perlu dilakukan oleh para calon presiden," tuturnya.(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.