Survei LKPI: 82,8 Persen Puas dengan Kinerja Jokowi, Elektabilitas PDIP Ikut Moncer


Survei LKPI: 82,8 Persen Puas dengan Kinerja Jokowi, Elektabilitas PDIP Ikut Moncer


lndonesia.org - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo, dalam survei terbaru Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), cukup tinggi.

Dirtektur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono menerangkan, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi ini merupakan satu poin dari hasil surveinya yang digelar pada 28 Februari hingga 8 Maret 2021 yang lalu.

Dalam survei ini, mayoritas responden yang totalnya mencapai 1.898 orang merasa puas dan percaya dengan kinerja Presiden Jokowi dan pemerintahannya karena bisa menangani pandemi Covid-19.

"Data survei menyatakan bahwa 82,8 persen responden sangat percaya dan puas akan kinerja pemerintahan Jokowi-Maruf Amin dalam mengatasi dan menanggulangi Pandemi Covid dan dampaknya pada kehidupan masyarakat," ujar Arifin dalam rilis pers yang berlangsung Jumat (12/3).

Sementara itu, sebanyak 7,4 persen tidak percaya dan tidak puas dengan cara kerja dan kebijakan pemerintah Jokowi-Maruf Amin dalam penanganan Covid 19 serta dampaknya. Sisanya sebanyak 9,8 persen menyatakan kinerja pemerintah sangat buruk dan tidak puas.

Dari tingkat kepuasaan kinerja pemerintahan Jokowi yang tinggi tersebut, LKPI juga menemukan dampak positif dialami oleh PDIP.

Di mana, dalam survei ini partai berlambang moncong putih itu mendapat elektabilitas paling tinggi, yakni diurutan pertama dengan persentase 18,2 persen.

"Elektabilitas PDIP dipengaruhi terutama oleh kinerja presiden yang memang adalah kader PDIP. Karena tingkat kepuasan kepada kinerja presiden masih baik, yakni di angka hampir 82,8 persen," ucapnya.

"Maka dari itu, elektabilitas PDIP juga tetap bertahan walaupun kadernya di pemerintahan Jokowi-Maruf Amin ditangkap KPK," demikian Arifin menambahkan.

Dalam survei ini, LKPI mencatat margin of error berada dikisaran angka 2,25 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara, metode survei terhadap ribuan responden yang berasal dari 34 provinsi menggunakan saluran telepon gengam dengan aplikasi Video Call Whatsapp.

Adapun komposisi responden survei adalah pria berjumlah 50,9 persen dan wanita 49,1 persen. Sedangkan, dari segi pekerjaan ada sebanyak 43,7 persen karyawan swasta/BUMN/ASN.

Kemudian, sebanyak 21,3 persen wiraswasta, sebanyak 20,4 peren pekerja tidak tetap atau serabutan, dan sebanyak 14,6 persen mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.