Kebakaran Tangki di Kilang Balongan, DPRD Jabar: Pertamina Harus Tanggung Jawab


Kebakaran Tangki di Kilang Balongan, DPRD Jabar: Pertamina Harus Tanggung Jawab


lndonesia.org - DPRD Jawa Barat F-Gerindra mendesak agar Pertamina benar-benar bertanggung jawab terhadap para korban yang terdampak kebakaran kilang minyak di RU VI Balongan, Indramayu baik secara moril dan material.

"Pertamina harus betul-betul bertanggung jawab terhadap korban, korban ini kan ada ribuan ya. Perusahaan harus bertanggung jawab menangani mulai dari pakaian, apalagi kalau ada pakaian yang terbakar, makanan apalagi kalau sampai ada yang harus dirujuk ke rumah sakit," ujar anggota F-Gerindra Ali Rasyid di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (29/3/2021).

Sekadar diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat (BPBD Jabar) melaporkan ada 1.000 orang warga yang mengungsi akibat insiden itu. Ribuan warga itu diungsikan ke tiga titik yang aman di Pendopo Kabupaten Indramayu, GOR Bumi Patra dan Masjid Islamic Center.

"Pertamina memang urusan pusat, tapi karena yang menjadi korban warga Jabar, maka kami dari DPRD Jabar khususnya Komisi V meminta ke perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap masyarakat," kata Ali melanjutkan.

"BUMN Harus bertanggung jawab terhadap masyarakat, terhadap keselamatan masyarakat, perusahaan sudah lama dan menghasilkan minyak yang bermanfaat bagi warga Jabar, tapi keselamatan warga sekitar juga harus diperhatikan dengan serius, jangan sampai ada satu korban pun yang tidak diurus oleh Pertamina," ucap Ali.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pengungsian bagi warga yang terdampak, tetap memperhatikan protokol kesehatan. Arahan itu, telah ia instruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar.

"Untuk keselamatan warga. Kami perintahkan agar evakuasi terus dilakukan, memindahkan warga ke tempat yang aman, memastikan semua kebutuhannya terpenuhi dan tetap aman dari penularan COVID," ujar Ridwan Kamil dalam unggahan Instagramnya, Senin (29/3/2021).

"BPBD telah turun ke lapangan dan berkoordinasi untuk bantuan. Keselamatan warga adalah yang UTAMA," tutur pria yang akrab disapa Kang Emil itu.(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.