Siap Neng! Ala Gembong Primadjaja


Siap Neng! Ala Gembong Primadjaja


Oleh:Sari Meutia
GEMBONG, mau ikutan menyumbang untuk ITB86 Berbagi?” Itu isi WA saya kepada Gembong pada tahun 2016 ketika angkatan 86 pertama kali mengadakan acara “ITB86 Berbagi Sembako”, kegiatan sosial menjelang Ramadhan.

Jawaban Gembong singkat saja: “Siap Neng!”


Jawaban ini muncul dalam hitungan menit, tidak diembel-embeli  pertanyaan panjang lebar ini kegiatan apa, untuk siapa, apa saja yang dibeli, laporannya bagaimana… Tidak.

Hanya “Siap Neng” dan kemudian pertanyaan berikutnya: “Saya transfer ke mana?” Jawaban ini kemudian menjadi ciri khas Gembong ketika merespons permintaan saya setiap tahun untuk berpartisipasi dalam aksi-aksi sosial ITB86.

Interaksi saya dengan Gembong waktu itu memang sebatas permintaan sumbangan dana.

*

Namun ternyata, bukan hanya permintaan dana sumbangan.
Jawaban "Siap Neng" ini juga menjadi jawaban standar beliau kalau kami kehabisan akal mencari tempat kumpul, apakah setelah olahraga bersama, acara buka bersama, acara persiapan untuk halal bi halal, atau bahkan mencari tempat yang cukup luas untuk menyusun bantuan sembako yang terkadang membutuhkan ruang besar mengingat jumlahnya bisa ribuan paket sembako.

Rumah Gembong selalu terbuka lebar untuk kegiatan-kegiatan ini. Belum pernah sekalipun saya dengar, Gembong menolak berpartisipasi kalau dia tahu ini untuk kegiatan silaturahmi apalagi kegiatan yang sifatnya sosial.

*

Ketika diajak untuk menjadi salah satu kontributor di buku "Work Your Passion", dia memang sempat menolak. Dia merasa tidak layak. Bukan tidak mau membantu. Gembong salah seorang yang memberikan bantuan dana untuk pencetakan buku tersebut. Inilah sekalinya Gembong tidak langsung menjawab "Siap Neng".

Walaupun akhirnya, dengan argumen-argumen yang tidak bisa dibantah dari tim penyusun buku "Work Your Passion", Gembong luluh, dan bersedia menjadi salah seorang narasumber dalam buku tersebut.

*

Saya sempat terpikir Gembong peduli karena kami seangkatan, ITB 86. 

Tapi ternyata tidak. Sebelum anak saya menyelesaikan S1 (dia angkatan 2014), saya pernah secara iseng menanyakan
tentang kemungkinan anak saya melanjutkan S2 di luar negeri, dengan jalur beasiswa�"yang saya belum tahu dari mana.

Yang saya tahu, Gembong aktif di Ikatan Alumni ITB. Gembong hanya menjawab: "Apply aja di mana dia mau, Sari. Yang penting lulus dulu. Urusan biaya atau beasiswa, nanti saya urus. Gampang."

Sesantai itu. Walaupun akhirnya anak saya berhasil melanjutkan S2 di luar negeri dengan beasiswa yang dia upayakan sendiri, tapi jawaban Gembong waktu itu benar-benar menumbuhkan semangat dan optimisme buat anak saya, dan mungkin anak-anak muda yang berhadapan dengan beliau.

*

Saya yakin, dengan ciri khas jawaban "Siap Neng" dan catatan berkesan yang dia sampaikan tentang urusan beasiswa anak saya, semesta akan mendukung.

Gembong akan mampu menjadi Ketua IA ITB. Gembong memiliki sikap optimis, tanpa beban, tanpa kerumitan biroksasi.

Kesederhanaan jawaban "Siap Neng" itu menunjukkan karakter Gembong  sebagai sikap orang yang siap bekerja dalam pengabdian, dan membuka diri dengan semua angkatan, jurusan, dan sinergi dengan orang-orang di luar kampus.

(Alumnus Astronomi ITB 1986 (AS86))

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.