Relawan AHY di Pilgub DKI Bakal Deklarasi Dukung Moeldoko


Relawan AHY di Pilgub DKI Bakal Deklarasi Dukung Moeldoko

lndonesia.org - Relawan pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Pemuda Agus Sylvi, berencana mendeklarasikan dukungan kepada Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko maju sebagai Ketua Umum Demokrat dan calon presiden dari Demokrat.

Wakil Ketua Relawan Pemuda Agus Sylvi, Fikri mengatakan, deklarasi akan dilakukan di depan Kantor Staf Kepresidenan pada Jumat (5/2) mendatang.

"Kita deklarasi hari Jumat, karena lagi pandemi paling kita deklarasi lima orang, kan enggak boleh ramai," kata Fikri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/2).

Ia mengatakan, dukungan kepada Moeldoko diberikan karena mereka menilai mantan Panglima TNI itu potensial sebagai pemimpin, baik di partai, maupun sebagai presiden.

"Ada potensial untuk menjadi pemimpin. Indonesia ini juga bukan sistem kerajaan yang istilahnya dari bapak ke anak," kata dia.

Ia menyatakan, di Jakarta, ada sekitar 100 orang yang tergabung dalam Relawan Pemuda Agus Sylvi. Kelompok relawan ini, kata dia, merupakan relawan yang terdaftar di KPU pada Pilgub DKI 2017 silam.

Dari ratusan orang relawan itu, kata Fikri, beberapa orang di antaranya merupakan kader Partai Demokrat.

"Kader yang punya KTA doang, tapi tidak masuk ke pengurus. Relawan pemuda Agus Sylvi kan tahun 2017 juga terdaftar di KPU saat itu, menjadi relawan inti pemenangan," kata dia.

Diketahui, beberapa waktu belakangan, nama Moeldoko santer dikaitkan dengan Demokrat usai Ketua Umum partai berlambang mercy itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara ke publik soal dugaan kudeta kepemimpinan di Partai Demokrat.

Sebanyak lima pihak yang berstatus kader, eks kader, hingga pejabat pemerintah disebut berniat mengambil paksa Demokrat.

Tak lama usai AHY buka suara, beberapa politikus Demokrat menyebut salah satu nama yang ingin melakukan kudeta itu yakni Moeldoko.

Moeldoko sendiri telah membantah tuduhan itu.

"Kayaknya ini dagelan aja. lucu-lucuan, [bahwa] Moeldoko mau kudeta. Kudeta apaan yang mau dikudeta?" cetusnya, dalam konferensi pers di kediamannya, di Jakarta, Rabu (3/2).

"Anggap saya punya pasukan bersenjata, emang gue bisa todong senjata? Datang DPC, DPD. Semua ada aturan AD/ART dalam sebuah parpol. Jangan lucu-lucuan gitu lah," cetusnya. []

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.