Kisah Firaun Diramalkan akan Binasa, Lalu Perintahkan Membunuh Semua Bayi Laki-laki


Kisah Firaun Diramalkan akan Binasa, Lalu Perintahkan Membunuh Semua Bayi Laki-laki


Oleh: M Hatta Taliwang

DIRIWAYATKAN bahwa di Bukit Tursina, Allah memberi 10 perintah  kepada Musa. Ada dua poin semacam "pakta integritas". Pertama, jangan sekali-kali bersumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.

Kedua, jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingat dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.

Dikisahkan bagaimana proses Musa bin Imran masuk dalam lingkaran  Istana Firaun dan menjadi anak angkatnya.

Pada suatu hari Firaun  terkejut oleh ramalan  seorang ahli nujum , seorang bayi lelaki akan dilahirkan dari kalangan Bani Israil yang kelak akan menjadi musuh kerajaan dan bahkan akan membinasakannya.

Raja Fir’aun segera mengeluarkan perintah agar semua bayi lelaki yang dilahirkan di dalam lingkungan kerajaan Mesir dibunuh.Tak boleh satu bayi lelakipun boleh hidup. Setiap rumah dimasuki dan diselidiki dan setiap perempuan hamil menjadi perhatian.

Raja Firaun menjadi tenang kembali dan merasa aman  setelah menerima laporan  bahwa  kerajaannya telah menjadi bersih dan tidak seorang pun dari bayi laki-laki yang masih hidup.

Namun lewat "skenario Allah" Aisah, isteri Firaun, mendapat bayi laki-laki yang ditemui di dalam peti di Sungai Nil.

 “Aku kawatir bahwa inilah bayi yang diramalkan, yang akan menjadi musuh dan penyebab binasanya kerajaan  besar ini,” kata Firaun.

Akan tetapi isteri Firaun yang sudah terlanjur menaruh  sayang terhadap bayi yang lucu dan manis itu, berkata kepada suaminya:

“Janganlah bayi yang tidak berdosa ini dibunuh. Aku sayang kepadanya dan lebih baik kita ambil dia sebagai anak."

Sebagaimana dikisahkan Musa kelak menjadi musuh besar Firaun karena Musa tidak mau tunduk dan menuhankan Firaun. Bahkan Musa mengeluarkan tongkat ularnya dan menerkam serta menelan ular ular tukang sihir Firaun.

Seperti sama kita ketahui dari kita-kitab suci, pada akhirnya Musa memimpin pengikutnya meninggalkan Mesir menuju tanah yang dijanjikan Tuhan padanya. Di tepi Lut Merah, ia kembali memperlihatkan mukjizat yang dititipkan Tuhan. Laut Merah terbelah oleh tongkatnya. Seluruh Bani Israil yang ikut Musa dapat menyeberang dengan selamatnya.

Dan, celaka bagi Firaun dan pasukannya. Mereka punah ditelah Laut Merah. [***]

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.