Ada Calon Kapolri yang Menguat, Komjen Sigit Masih Bisa Batal


Ada Calon Kapolri yang Menguat, Komjen Sigit Masih Bisa Batal



lndonesia.org - Presiden Jokowi belum juga berkirim surat ke DPR soal calon Kapolri pilihannya. Padahal sejumlah sumber di lingkungan Istana dan Polri menyebut Kabareskrim Komjen Listyo Sigit adalah pilihan Jokowi. 

Artinya, selama Jokowi belum kirim surat ke DPR, nama calon kapolri belum pasti. Komjen Listyo Sigit bisa saja batal. 

Apalagi Menko Polhukam Mahfud MD sudah berkicau di akun twitternya soal calon Kapolri masih digodok Jokowi. 

"Sampai saat ini Presiden belum mengirim nama calon Kapolri ke DPR. Belum ada yang tahu siapa calon Kapolri kita sebab Presiden masih terus mempertimbangkan secara saksama siapa yang paling tepat untuk jabatan tersebut," kata Mahfud via akun twitternya @mohmahfudmd yang dikutip kumparan, Selasa (12/1). 

Cara khas yang sering dilakukan Presiden dalam memilih pejabat: Meminta dibuatkan 5 draf surat pengusulan yang berisi nama-nama yang berbeda. Pada saat yang tepat beliau tanda tangani salah satu, sedang draf surat yang tidak ditandatangani dimusnahkan. Jadi tak ada yang tahu kecuali setalah diumumkan secara resmi
- Mahfud MD

Kicauan Mahfud ini mendapat reaksi beragam. Ada yang menilai bahwa Jokowi masih menimbang siapa calon Kapolri. 

Walau sejumlah sumber yang tak mau dikutip menyebut Komjen Listyo Sigit hampir pasti dipilih Jokowi. Sigit memang memiliki rekam jejak kedekatan dengan Jokowi sejak di Solo. Sigit juga pernah jadi ajudan Jokowi. 

Komjen Sigit sendiri sudah memberi tanggapan ke wartawan soal nama dia yang disebut dipilih Jokowi. 

"Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba isu itu muncul darimana. Karena tidak jelas sumbernya jadi saya bilang itu hoaks saja,” kata Sigit yang lulusan Akpol 91 ini. 

Namun sumber yang lain menyebut, selain Sigit dua nama lain menguat di last minute ini, karena kabarnya Rabu (13/1) besok Jokowi akan menyerahkan surat ke DPR. 

Dua nama itu yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy dan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto. 

Gatot Eddy, Akpol 88 ini, sejak lama memang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat. Apalagi dia pernah menjadi Kapolda Metro Jaya. 

Sedang Agus Andrianto juga tak bisa dipandang sebelah mata. Agus pernah menjadi Kapolda Sumut. Rekam jejak Agus, Akpol 89 ini, juga menjadi pertimbangan Jokowi. 

Jadi semua kemungkinan masih terbuka lebar. Tinggal menunggu saja keputusan Jokowi, siapa yang akan dipilihnya untuk menjadi orang nomor satu di korps Bhayangkara.  

Ketua Komisi III DPR Bicara Calon Kapolri 

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengungkapkan pihaknya sudah menyelesaikan rapat internal di Komisi III DPR membahas agenda penting, termasuk fit and proper test calon Kapolri.   

"Rapat internal kami tidak hanya membicarakan soal Kapolri, tapi kami membicarakan soal jadwal persidangan di sidang ini karena relatif pendek. Karena masa sidang relatif pendek, tentu kami harus padatkan semua acara. Termasuk fit and proper test," kata Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.   

Herman melanjutkan, Komisi III berharap agar surpres terkait calon Kapolri bisa sampai ke Senayan dalam minggu ini. Sehingga, minggu depan sudah digelar fit and proper test.  

"Kami berharap kalau bisa dalam minggu ini surat masuk, kemudian dibawa ke Bamus, aturan sudah tidak perlu ke paripurna lagi. Segera dari bamus ada penugasan kepada komisi III, kalau bisa hari Kamis kami sudah bisa mengundang RDPU dengan Kompolnas dan PPATK. Itu jadwal kami tadi hasil rapat internal," beber Herman.  (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.