Ambisi Jadi kapolri, Fadil Imran Diminta Jangan Hilangkan Profesionalisme


Ambisi Jadi kapolri, Fadil Imran Diminta Jangan Hilangkan Profesionalisme

lndonesia.org - Direktur Kajian Lintas Generasi Agung Wibowo Hadi mengingatkan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang beramibisi menjadi Kapolri agar tidak menghilangkan profesionalisme.

"Jangan sampai terjadi ketika ambisi menjadi Kapolri lebih tinggi, lantas profesionalisme dihilangkan atau dikesampingkan," kata Agung saat dihubungi, Sabtu (12/12).

Menurut Agung, institusi Polri saat ini tengah mengalami ujian yang cukup berat, khususnya saat menangani Habib Rizieq Shihab (HRS). Maka, sambung Agung, sikap profesionalisme menjadi salah satu tonggak atau benteng terakhir yang harus dipegang teguh setiap anggota Polri.

Agung menyoroti, tewasnya enam orang laskar FPI yang hingga saat ini, belum sepenuhnya dapat meyakinkan publik bahwa peristiwa berdarah di Km 50 itu dikarenakan anggota polisi diserang oleh pengikut Habib Rizieq Shihab.

Pasalnya, selain banyak kejanggalan yang tidak dapat diterima akal sehat publik, dalam peristiwa itu anggota Polda Metro Jaya alpa dalam menerapkan asas praduga tak bersalah.

"Dan banyak lagi peryataan-peryataan ataupun sikap dan tindakan Kapolda Metro Jaya seolah ia tengah berlomba merebut kursi Kapolri," tekan Agung.

Menjelang pensiunnya Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri. Sejumlah nama jenderal mencuat menggantikan posisi orang nomor satu di korps bhayangkara itu, mulai dari bintang dua hingga bintang tiga.

Dari 34 Polda, hanya Metro Jaya yang berstatus tipe A-K (A+), bagi pejabatnya meskipun dua bintang dipundak, namun secara golongan ia eselon IA atau setara jenderal bintang tiga alias Komjen.  

Sepanjang sejarah Polri, terdapat mantan Kapolda Metro Jaya yang diangkat sebagai Kapolri yaitu, Letnan Jenderal Widodo Budidarmo (1974-1978), Letnan Jenderal Anton Soedjarwo (1982-1986), Letnan Jenderal Banurusman Astrosemitro (1993-1996), Letnan Jenderal Dibyo Widodo (1996-1998).

Saat era Reformasi, Jenderal (Purn) Timur Pradopo (2010), Jendral (Purn) Tito Karnavian (2015-2016) serta Jenderal Idham Azis (2017)  juga lebih dulu dijadikan Kapolda Metro Jaya sebelum diangkat menjadi Kapolri. []

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.