Pengamat: Dari Sekian Ratus Organ Relawan Jokowi, Hanya Adian Yang Ngurus Jabatan Di BUMN


Pengamat: Dari Sekian Ratus Organ Relawan Jokowi, Hanya Adian Yang Ngurus Jabatan Di BUMN

lndonesia.org - Sikap politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu yang terus menerus mengkritik dan menyudutkan Erick Thohir tidak memberikan pengaruh terhadap kinerjanya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pengamat Pusat Studi BUMN dari FEB Universitas Hasanudin Makassar, Mursalim Nohong mengatakan, Erick Thohir sudah memiliki konsep yang jelas dalam melakukan transformasi perusahaan plat merah, sehingga serangan-serangan tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.



“Yang pasti selamaya akan ada yang mengganggu, siapa yang mengganggu tentu mereka-mereka ini yang tidak senang dengan kebijakan yang diambil oleh menteri dan kemudian kebijakan berdampak terhadap situasi nyaman yang selama ini mereka rasakan,” kata Mursalim kepada wartawan, Kamis (12/10).

Lanjut Mursalim, sepanjang perjalanan melakukan transformasi perusahaan BUMN tentu tidak selalu berjalan mulus. Pasalnya, pasti akan ada banyak pihak yang terpengaruh oleh gebrakan kebijakan Erick itu.

Menurutnya, selagi Erick memiliki konsep yang jelas dalam membenahi BUMN, tentu tidak akan terganggu oleh kritik yang dilontarkan oleh Adian tersebut. Sebab, isu yang sampaikan oleh Adian juga belum tentu berdasarkan data yang valid.

“Sebenarnya melihat bahwa itu (kritik Adian) tidak terlalu substansi dan sepertinya juga kemudian saya melihatnya Pak Menteri tidak terlalu menganggap itu sebagai sebuah sandungan yang misalnya apa yang disampaikan oleh Adian adalah isu-isu kalau pun data dan informasinya tidak valid kan tidak memiliki efek yang besar,” Bebernya.

Sebagai anggota dari partai pendukung pemerintah, lanjut Mursalim, Adian seharusnya memberikan sebuah masukan yang konstruktif terhadap pemerintah dalam hal ini BUMN, daripada membangun opini yang berangkat dari sebuah kepentingan.

“Lebih bagus juga kalau dia (Adian) menunjukan sebuah konsep yang jelas bahwa yang selama ini mereka sampaikan bukan sebuah konsep, hanya berdasarkan isu dan isunya itu dibangun dari sebuah kepentingan,” jelasnya.

Mursalim menilai kinerja Erick dalam satu tahun terakhir ini sudah bagus. Seperti contohnya mencoba untuk merampingkan perusahaan BUMN, kemudian melakukan klasterisasi berdasarkan masing-masing core bisnisnya.

“Ini sebuah upaya untuk membangun atau menjadikan BUMN ini menjadi lebih berkinerja dan lebih berkontribusi terhadap negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kajian Lintas Generasi, Agung Wibowo Hadi, menganggap manuver politik Adian Napitupulu yang kerap menyudutkan Erick Thohir dinilai kekanak-kanakan dan diminta segera dihentikan.

"Sikap Adian tersebut sangat kekanak-kanakan dan hanya membuat gaduh saja,” kata Agung.

Agung yang juga aktivis 98 ini meminta Adian Napitupulu yang juga Sekjen Perhimpunan Aktivis Nasional 98 (PENA 98) lebih mengedepankan data dan fakta dalam mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

“Kritik menteri itu biasa dan risiko jabatan publik, tapi sebagai eksponen 98, kritik itu harusnya bersifat korektif dan konstruktif, bukan sekadar membela kepentingan sempit,” ujarnya..

Terkait sikap kritis Adian yang mempersoalkan sedikitnya porsi jabatan di BUMN yang diisi oleh relawan pendukung Jokowi. Menurut Agung, hal itu bukan wewenang Adian.

"Itu bukanlah wewenang Adian untuk mengurusi jabatan di BUMN. Coba lihat saja dari sekian ratus organ relawan pendukung Jokowi, nampaknya hanya Adian saja yang berisik dan gaduh meminta porsi jabatan di BUMN,” pungkasnya.(RMOL)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.