Kebohongan Ferdinand Hutahaean Bangun Kebohongan Berantai Para Buzzer


Kebohongan Ferdinand Hutahaean Bangun Kebohongan Berantai Para Buzzer


Oleh: Husain Abdullah(Juru Bicara M Jusuf Kalla)

Tulisan Rudi S Kamri dengan judul “Sang Bandar Chaplin Pun Akhirnya Keluar Sarangnya karena Kepanasan” yang sejak Sabtu (21/11/2020) muncul di beberapa grup WA, kalau itu ditujukan kepada Pak JK, maka tulisan tersebut merupakan sebuah tuduhan membabi buta tanpa fakta dan data yang jelas. Tepatnya cocoklogi.

Tulisan seperti itu bukan saja menciptakan kegaduhan dan penyesatan. Tetapi merusak hubungan sosial, budaya saling menghargai (sebagai mana budaya Bugis-Makassar; Sipakatau) yang mengakar di Indonesia. Karena dengan entengnya menuduh sekali pun dengan penyamaran penyamaran, yang bisa merusak hubungan silaturahmi orang atau kelompok yang diasosiasikan dengan pihak lain yang selama ini hubungannya terpelihara dengan baik.

Saya ingin menegaskan, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M Jusuf Kalla, tidak punya sangkut paut dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab.

Pak JK tidak pernah mengomunikasikan atau pun mendanai kepulangan HRS. Sebagaimana opini yang sedang dibangun para buzzer sejak kepulangan HRS.

Tuduhan yang bermula dari cuitan Ferdinand Hutahean pada akun twiternya yang sebelumnya dalam suatu dialog di tvOne dengan saya Ferdinand tidak mampu membuktikan kebenaran cuitannya itu.Kebohongan Ferdinand ini lalu dijadikan dasar oleh Rudi S Kamri, membangun kebohongan baru.

Yang sebenarnya, perjalanan M Jusuf Kalla ke Vatikan dan Mekkah 20-25 Oktober 2020 lalu, untuk menemui pemimpin Umat Khatolik Paus Fransiskus dalam rangka penjurian pemberian gelar Sayeed Award for Human and Fraternity, yang digagas Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar, Syeikh Ahmad Al Tayeb.

Dalam kapasitas Pak JK sebagai juri mewakili Asia atas penghargaan tersebut, bersama 4 juri dari benua berbeda merasa perlu bertemu langsung dan berdiskusi tentang kriteria nominator untuk penghargaan ini.

Setelah bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Pak JK melanjutkan perjalanan ke Riyadh Saudi Arabia, menyaksikan penanda tanganan perjanjian kerja sama Pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta, antara Dewan Mesjid Indonesia yang diwakili Komjen Pol (Purn) Drs Syafruddin MSi selaku Wakil Ketua DMI denganAbdul Rahman bin Muhammad Al Mathar selaku Deputi Eksekutif Liga Dunia.

Usai penandatangan ini, Pak JK sebagai muslim karena sudah berada di Saudi Arabia, tidak afdol rasanya tanpa menunaikan ibadah umrah. Untuk keperluan ibadah umrah Pak JK melanjutkan perjalanan ke Mekkah menunaikan umrah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Saya sampaikan, perjalanan Pak JK ke Vatikan dan Mekkah murni perjalanan misi kemanusiaan dan ibadah. Tidak bersangkut paut dengan kepulangan HRS apalagi politik dalam negeri, apalagi 2024.

Saya juga mengingatkan para buzzer untuk tidak mengotori rangkaian perjalanan ini dengan narasi menyesatkan tanpa dasar dan bukti. Karena perjalanan Pak JK murni untuk kemanusiaan dan ibadah.

Sebagai negara Pancasila, kita wajib menghargai dan menghormati warga negara Indonesia yang melaksanakan ritual ibadah keagamaannya dan kiranya tidak dinodai dengan fitnah murahan. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.