"Haha", Surat Kabar Komunis China Ejek Klaim Kemenangan Trump di Twitter



lndonesia.org - AKUN media sosial yang behubungan langsung dengan Partai Komunis China (PKC) secara terbuka mengejek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Twitter, terkait klaim kemenangannya dalam Pemilihan Presiden AS (Pilpres AS).

Surat kabar PKC, People's Daily me-retweet penyataan Trump tentang kemenangan tersebut dengan memasukkan caption “HaHa” diikuti dengan emoji tertawa.

Cuitan Trump dan reaksi dari People's Daily datang tak lama sebelum CNN, Associated Press, ABC News dan NBC News mengumumkan kemenangan untuk calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden pada Sabtu (7/11/2020).

Trump dan China memiliki hubungan yang buruk sehingga tidak mengherankan platform media sosial milik publikasi yang berafiliasi dengan PKC itu mengejek Trump.


Ironi dari cuitan People's Daily itu sangat terasa. Selain karena pernyataan Trump, seorang Presiden AS, itu mendapat sensor dari Twitter, platform media sosial asal AS, People’s Daily adalah surat kabar Pemerintah China, di mana Twitter diblokir.

People's Daily adalah grup surat kabar terbesar di China.

Surat kabar yang didirikan pada Juni 1948 itu adalah surat kabar resmi dari Komite Sentral Partai Komunis China. People’s Daily saat ini juga telah memiliki akun Weibo, platform sejenis Twitter di China.

Editorial di People's Daily dianggap baik oleh pengamat asing maupun pembaca China sebagai pernyataan resmi dari kebijakan resmi pemerintah, dan dipelajari dengan cermat.

Sesuai tradisi selama beberapa dekade, perbedaan dibuat antara editorial, komentar, dan opini - tetapi nuansa seperti itu hilang di antara pembaca yang kurang antusias, meskipun semua yang diterbitkan harus disetujui oleh pemerintah. []

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.