Arief Poyuono: AS Beri Lampu Hijau untuk Prabowo Subianto Jadi Presiden


Arief Poyuono: AS Beri Lampu Hijau untuk Prabowo Subianto Jadi Presiden


lndonesia.org - Kehadiran Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat memenuhi undangan Menteri Pertahanan AS Mark T. Esper bisa menjadi modal besar menuju Pilpres 2024.

Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengurai bahwa selama ini Prabowo Subianto dilarang masuk negeri Paman Sam karena tuduhan sebagai pelaku kejahatan HAM di Indonesia.

“Amerika telah menolak untuk menerbitkan visa untuknya karena dia diduga terlibat dalam kerusuhan yang membunuh ratusan orang saat Soeharto dipaksa mundur sebagai presiden tahun 1998,” urai Arief Poyuono kepada redaksi sesaat lalu, Rabu (21/10).

Menurutnya, dengan pencabutan larangan tersebut bisa menjadi modal besar bagi Prabowo Subianto untuk bisa menang di Pilpres 2024.

Undangan dari Mark T. Esper ke Pentagon, menurutnya, seperti lampu hijau dari Amerika Serikat untuk mendukung penuh Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia.

“Apalagi survei survei menunjukkan kalau Prabowo sekarang ini paling unggul dalam elektabilitas,” sambung ketua umum Lembaga Pemantau Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (LPPC19-PEN) itu.

Namun demikian, Arief Poyuono menilai ada satu syarat lagi yang harus dipenuhi agar Prabowo melenggang di Pilpres 2024. Syarat itu adalah mendukung penuh program-program pemerintahan Joko Widodo. Baik Prabowo Subianto sebagai menteri Jokowi maupun Gerindra sebagai partai pendukung pemerintah.

“Harus benar-benar serius Partai Gerindra dan Prabowo mendukung program pemerintahan Jokowi. Salah satu harus full power mendukung UU Ciptaker dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19. Jangan terlihat setengah-tengah,” tegasnya.

Prabowo Subianto, sambung Arief, harus mampu memimpin Kemenhan menjadi institusi yang bersih dari korupsi dalam berbagai pengadaan alutsista dan program food estate.

“Yang paling penting lagi berdoa moga-moga Donald Trump bisa menang di Pilpres Amerika Serikat. Artinya kebijakan Trump mendukung Prabowo tetap berjalan,” sambungnya. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.