2 Anak di Probolinggo yang Hilang 5 Jam Jadi Korban Penculikan?


2 Anak di Probolinggo yang Hilang 5 Jam Jadi Korban Penculikan?

lndonesia.org - Polisi masih menyelidiki kasus hilangnya dua anak di Probolinggo selama 5 jam. Apakah mereka menjadi korban penculikan?

Mereka merupakan warga Dusun Triwung, Desa Sumber Kerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Unit Satuan Reserse Kriminal Polsek Gending sudah melakukan penyelidikan dan olah TKP. Petugas mengamankan kartu domino dan bungkus makanan dari lokasi, untuk bahan pengembangan dalam mengungkap kasus dugaan penculikan, yang dilakukan seorang pria dan wanita itu.

Dari keterangan saksi-saksi, Sabtu (17/10) sekitar pukul 13.00 WIB, kedua bocah AH (6) dan RD (5) diduga menjadi korban penculikan. Awalnya mereka mandi dan bermain di sungai. Karena pukul 15.00 WIB waktunya ngaji dan mereka belum pulang, kedua orang tua mereka mencari. Namun tidak kunjung ketemu. Akhirnya para tetangga ikut membantu mencari kedua bocah ini.


Bahkan warga sampai menyiarkan soal kehilangan 2 bocah itu dengan pengeras suara di masjid dan musala, di beberapa dusun di Desa Sumber Kerang. Namun tidak kunjung ketemu juga. Ibu AH sempat mendatangi 2 orang pintar, katanya bocah-bocah itu disembunyikan oleh makhluk gaib. Orang tua bocah diminta membaca doa dan menghentakkan kaki ke tanah di rumahnya.

Tepat pukul 19.00 WIB, tiba-tiba kedua bocah keluar dari tengah kebun jagung. Sekitar 100 meter dari rumah AH. Mereka lari dengan wajah ketakutan, dan RD kondisinya seperti tidak sadar diri. Mereka langsung menceritakan kejadian yang dialami.

Menurut mereka, saat sedang bermain tiba-tiba dipanggil pria dan wanita yang naik motor Honda Scoopy. Mereka langsung diberi permen dan dipaksa ikut ke tengah ladang jagung. Kalau tidak mau, pelaku mengancam mereka akan disekap di gudang. Karena takut, keduanya mengikuti kemauan pelaku.



Menurut Mar'atus Sholehah, ibu RD, saat bekerja ponselnya berdering. Ada yang mengabarkan anaknya hilang. Terus ia izin pulang. Sampai di rumah, anak semata wayangnya sudah lemas dan seperti linglung dan sulit berbicara.

"Saat kerja dihubungi kerabat, anak jadi korban penculikan, terus izin pulang dari tempat kerja. Anak saya diculik dan dibawa ke tengah ladang jagung. Tidak tahu motif pelaku dan tujuannya," ujar Mar'atus, Minggu (18/10/2020).

Kanit Reskrim Polsek Gending, Bripka Sapta Eka mengatakan, belum bisa disimpulkan apakah diculik atau tidak. Sebab dari keterangan saksi-saksi, banyak yang tidak tahu persis kejadiannya. Sementara dua korban saat dimintai keterangan jawabannya selalu berubah-rubah. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus ini.


"Minim saksi yang tahu persis kejadian, hanya mendengar dari keterangan korban AH saja. Saat dimintai keterangan korban selalu berubah-ubah jawabnya" kata Bripka Sapta.

"Lokasi (dugaan) penculikan bukan digudang, melainkan di tengah ladang tanaman jagung. Yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari rumah korban AH. Saat diinterogasi terkendala usia korban, kita masih lidik dan belum bisa menyimpulkan kasus ini, apakah penculikan atau motif lain," pungkasnya.(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.