Anggota DPR Pertanyakan Yosi Project Pop Berkantor di Kemenkominfo


Anggota DPR Pertanyakan Yosi Project Pop Berkantor di Kemenkominfo


lndonesia.org - Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana menanyakan dasar penempatan kantor Herman Josis Mokalu (Yosi Project Pop) di Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemenkominfo. Dede menyinggung hal itu karena terkait kinerja keuangan Kemkominfo Tahun Anggaran 2019 terkait Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.

"Sebenarnya saya ingin bertanya kepada Pak Menteri, tapi berhalangan hadir. Khusus didalam kinerja Kemkominfo TA 2019 tentang Gerakan Nasional Literasi Digital atau Siberkreasi," kata anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu di Jakarta, Rabu, 2 September 2020.

Pertanyaan itu dijelaskan Dede bermula ketika Staf Ahli Kemenkominfo Henri Subiakto dalam sebuah program televisi menyebut nama Yosi Mokalu atau Yosi Project Pop sebagai orang yang melatih influencer melalui program Siberkreasi. "Mereka satu-satunya Komunitas Digital yang bahkan bisa berkantor Kemkominfo. Yang menjadi pertanyaan saya, apa dasar kebijakan nya? Berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk Siberkreasi?" kata Dede.

Sekretaris Jenderal Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti membantah pernyataan bahwa Ketua Siberkreasi Yosi Mokalu berkantor di kementerian. Menurut Niken, tidak ada kantor Siberkreasi di Kemenkominfo namun yang ada hanya sekretariat.

"Yang ada di Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) hanya Sekretariat. Mengingat begitu banyaknya program, perlu ada Sekretariat. Sehingga kalau tadi dibilang Pak Yosi Mokalu, itu sama sekali tidak berkantor di Kemkominfo hanya Sekretariat yang beroperasi secara administrasi," kata Niken.

Niken mengatakan anggaran yang digelontorkan Kemenkominfo untuk operasional Siberkreasi sebesar Rp 9,1 Miliar dalam satu tahun. Menurut dia, Siberkreasi adalah salah satu program kerja Ditjen Aptika untuk mengajak masyarakat lebih melek digital dengan cara penggunaan media sosial (medsos) untuk hal-hal yang produktif.

"Misalnya untuk UMKM go online, untuk nelayan go online, petani go online, dan juga untuk digital parenting. Di mana kami juga menggerakkan lebih dari 100 komunitas di dalam Siberkreasi itu atau lebih dari 190.000 orang," ujar Niken. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.