Header Ads

Loading...

Marzuki Alie Sedekahkan Puluhan Ikan Kesayangannya Mati akibat Pemadaman Listrik Massal




Marzuki Alie Sedekahkan Puluhan Ikan Kesayangannya Mati akibat Pemadaman Listrik Massal

[lndonesia.org] - Bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie meluapkan kekecewaanya atas insiden pemadaman listrik massal di area Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat pada Minggu, 4 Agustus 2019.

Pemadaman listrik ini berdampak pada kerugian di masyarakat, juga sektor lain seperti perindustrian, usaha menengah dan kecil terkena imbasnya. Bahkan, alat transportasi massal seperti MRT dan KRL kereta pun tak luput terkena imbas dari pemadaman tersebut.



Dalam cuitannya, Marzuki Alie menceritakan puluhan ikan peliharannya mati semua akibat pemdaman listrik selama 8 jam.

Ikan di kolam halaman rumah sdh kehilangan oxigen, gara2 listrik padam lebih dari 8 jam, harus ikhlas disodaqohkan sebelum mati, rezeki tetangga. @infoPLN wajar presiden @jokowi marah. Harusnya menterinya dimundurkan dulu, krn dia yang menunjuk direksi.

Seperti diketahui, akibat pemadaman listrik massal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menuju kantor PT PLN (Persero) sehari setelah mati lampu serentak. Jokowi tampak marah.

Bahkan, usai pertemuan dengan direksi PLN, kepala negara tidak banyak komentar dan langsung pergi begitu saja. Jokowi terlihat geram atas insiden tersebut. Terlihat, Jokowi saat meninggalkan kantor pusat PLN dengan mimik muka datar dan tanpa tersenyum

Sementara, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengganti rugi kerugian konsumen akibat pemadaman listrik massal di seluruh wilayah Jabodetabek.

Anam mencontohkan kerugian yang paling sederhana saat terjadinya pemadaman listrik missal, yakni ikan koi yang bernilai jutaan rupiah mati akibat pemadaman listrik.

Ikan di kolam halaman rumah sdh kehilangan oxigen, gara2 listrik padam lebih dari 8 jam, harus ikhlas disodaqohkan sebelum mati, rezeki tetangga. @infoPLN wajar presiden @jokowi marah. Harusnya menterinya dimundurkan dulu, krn dia yang menunjuk direksi.

Sumber © lndonesia.org

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.