Header Ads

Loading...

Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Inklusif Sesuai Saran SBY


Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Inklusif Sesuai Saran SBY

[lndonesia.org] - Saran Ketua Umum Partai Demokrat agar Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar inklusif telah ditunaikan dengan baik.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon mengaku belum melihat saran SBY yang disampaikan ke kader Demokrat melalui surat itu. Namun demikian, dia memastikan perintah agar kampanye digelar inklusif sudah dilaksanakan dengan baik.

"Saya belum lihat, tapi kalau kita lihat secara umum, kampanye akbar ini sangat inklusif. Semua latar belakang ada," kata Fadli Zon kepada wartawan di GBK, Jakarta, Minggu (7/4).

Inklusivitas pada acara Kampanye Akbar 02 sangat kental terasa. Bahkan, kata Fadli, semua pemuka agama turut mendoakan dan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

"Latar belakang agama, kita tadi juga lihat ada sambutan dari tokoh-tokoh agama. Tidak hanya dari kalangan ulama habaib, tapi ada dari tokoh agama Kristen, agama Hindu, agama Budha. Itu menunjukkan bahwa kita ini adalah Indonesia raya. Kita ini bagian dari NKRI yang tidak terpisahkan," tegasnya.

Tak hanya itu, Fadli juga mengaku kagum dengan antusias semangat nasionalisme dari massa pendukung Prabowo-Sandi yang telah mengibarkan bendera Merah Putih raksasa saat acara berlangsung.

"Bahkan ada bendera Merah Putih raksasa tadi yang bergerak dari orang ke orang. Itu menunjukkan bahwa kampanye akbar ini adalah kampanye Merah Putih. Karena itu, tuduhan-tuduhan yang lain, saya rasa akan mental dengan sendirinya," tutur Fadli.

Lebih lanjut, Fadli justru beranggapan politik adu domba itu kerap diciptakan dan dipertontonkan secara telanjang oleh kubu petahana. Sebab, lanjut dia, yang menciptakan gap antara pro pancasila atau pro khilafah digulirkan oleh pendukung Jokowi-Maruf.

"Ini menurut saya upaya untuk menciptakan kontradiksi-kontradiksi Pancasila dengan Khilafah dan sebagainya itu bagian dari politik pecah belah dan adu domba. Itu sayang sekali, dilakukan oleh penguasa petahana sekarang. Mereka tidak mengerti konsep NKRI. Mereka yang merupakan tokoh-tokoh pemecah belah," pungkasnya.

Sumber © lndonesia.org


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.