Header Ads

Loading...

Berjasa Besar, Ahok Seharusnya Hargai Peran PIB


Berjasa Besar, Ahok Seharusnya Hargai Peran PIB

[lndonesia.org] - Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mendiskreditkan peran Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) amat disayangkan. 

Pasalnya, PIB merupakan kendaraan politiknya sewaktu awal terjun ke dunia politik.

Pengamat politik Abi Rekso yang juga memahami portofolio politik Ahok menyanggah pernyataan tersebut.

"Ahok itu tidak pantas merendahkan peranan Partai PIB. Biar bagaimanapun PIB adalah rumah awal sekaligus pintu gerbang politik untuk dirinya. Haram hukumnya menghujat rumah lama kita," tuturnya kepada wartawan, Minggu (14/4).

Abi menjelaskan bahwa Ahok dibawa oleh seorang tokoh Bangka masuk ke PIB. Tumpak Sitorus, salah satu pendiri PIB turut memperkuat posisi Ahok di PIB yang ketika itu dipimpin Dr. Sjahrir.

Dia juga membantah jika dikatakan PIB menggerus PDI Perjuangan di Belitung Timur. Peralihan suara Ahok di tingkat DPRD II Belitung Timur bukanlah migrasi pemilih PDIP. Menurutnya, migrasi berasal dari pemilih Partai Golkar yang basis pemilihnya di Belitung Timur cukup kuat.

"Sebaiknya Ahok belajar menghargai peran Partai PIB dalam perjalanan politiknya. Tanpa PIB, Ahok tidak pernah meniti karir politik di posisi sekarang karena pernyataan itu membuat pendiri PIB tersinggung," papar Abi.

Dalam sebuah pernyataan video blog di akun Youtube Panggil Saya BTP, Ahok menegaskan sikap politiknya menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 dengan bergabung bersama PDIP.

Vlog yang diunggah Sabtu (13/4) dengan judul 'Kenapa Saya Memilih PDI Perjuangan' Ahok justru mendiskreditkan peran Partai PIB. Ahok merasa aktivitas politiknya sewaktu di PIB hanya merusak agregat suara PDIP, dia juga merasa menyesal pernah bergabung dengan PIB sewaktu di Belitung Timur.

Sumber © lndonesia.org
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.