Header Ads

Loading...

Tol Madiun-Ngawi Terendam Banjir, Satu Orang Tewas Akibat Kecelakaan


[lndonesia.org] - Banjir masih melanda 15 kabupaten di Jawa Timur hingga Kamis (7/3) hari ini, bahkan beberapa ruas jalan tol ikut tergenang air dan terpaksa ditutup sementara.

Tak hanya itu, kondisi jalan tol yang tergenang air karena luapan banjir dari area persawahan ini, informasinya, juga mengakibatkan kecelakaan maut di KM 603.900 A, Tol Madiun-Ngawi.

Informasi inipun dibenarkan Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur, AKBP Bambang S Wibowo yang dikonfirmasi wartawan. Dia mengatakan, Kamis pagi tadi, mobil Suzuki Ertiga Nopol T 1019 AH yang ditumpangi tiga orang mengalami kecelakaan tunggal saat terjadi hujan deras.

Mobil tersebut tergelincir lalu keluar jalur tol hingga menabrak pembatas jalan dan menyebabkan satu penumpang meninggal. "Korban dilarikan ke RS Caruban," kata Bambang.

Mobil nahas itu, kata Bambang, dikemudikan oleh Jemmy Octavianus (34), warga Kopo Permai H-149, Cipoko, Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat. Sedangkan dua penumpangnya adalah Rendi Saputra (32) dan Ricky (4).

"Penumpang anak-anak atas nama Ricky, usia 4 tahun, meninggal dunia diduga akibat luka serius pada bagian kepalanya," ungkap Bambang.

Sementara satu penumpang lain atas nama Rendi, mengalami luka berat di kepalanya dan mengalami pendarahan. Sementara pengemudi hanya mengalami luka ringan.

Diduga kecelakaan terjadi akibat selip ban. Sebab, saat kejadian, sekitar pukul 05.50 WIB, tengah terjadi hujan deras. Kecelakaan terjadi ketika mobil melaju dari arah barat ke timur, kemudian di lokasi kejadian, mobil mendadak selip lalu oleng ke kiri kemudian menabrak guardrail dan keluar jalur hingga terperosok ke parit.

Bambang S Wibowo menjelaskan, karena genangan air cukup tinggi di sisi jalur Madiun- Surabaya atau jalur arah timur ke barat, pihaknya terpaksa melakukan rekayasa satu jalur untuk dua arah (contra flow).

Sementara untuk pengamanan, dipasang pembatas jalan atau water barrier sepanjang 4 kilometer (Km) mulai KM 602 sampai KM 607. "Karena yang satu jalur dari timur-barat (Madiun-Surabaya) tergenang air cukup tinggi," kata Bambang.

Sedangkan yang mengarah ke Surabaya atau dari barat ke timur, lanjutnya, digunakan contra flow dua arah. "Pengguna jalan tidak boleh mendahului kendaraan di depannya karena cuma satu jalur yang dipakai," sambungnya.

Selebihnya, Bambang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar mengurangi kecepatan mobilnya karena ada genangan air yang menyebabkan jalan menjadi licin dan rawan selip ban. "Tidak boleh kecepatan tinggi, maksimal 60 Km/jam," imbaunya. [mdk]


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.