Header Ads

Loading...

Banjir Terjang Tol Madiun Jawa Timur, Jalan Jadi Kolam, Ini Videonya


[lndonesia.org] - Viral video banjir menerjang Tol Madiun Jawa Timur, jalan jadi kolam. Selain meluap ke Jalan Raya Caruban-Madiun, banjir juga meluap hingga ke ruas Tol Madiun sepanjang 400 meter, tepatnya di KM 603+600 hingga KM 604+000 ruas jalur B (arah ke barat).

Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), Iwan Moedyarno, ketika dikonfirmasi membenarkan.

Banjir di wilayah Madiun, meluap hingga masuk ke jalan tol sepanjang kurang lebih 400 meter dengan ketinggian sekitar 40 hingga 50 sentimeter, pada Rabu (6/3/2019) sejak sekitar pukul 21.30 WIB.

Meski demikian, Iwan mengatakan, jalur tol masih dapat dilewati kendaraan besar.

Hanya saja, bagi pengendara mobil kecil, dari arah Nganjuk ke barat, sebaiknya keluar gerbang Tol Caruban, menggunakan jalan arteri, kemudian masuk kembali melalui gerbang Tol Ngawi.

"Kalau kendaraan besar okelah, tapi kalau kendaraan kecil takutnya mogok, makanya diarahkan keluar di exit tol Caruban, "katanya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, jalur yang dari arah Ngawi atau Dumpil ke arah Timur aman, karena jalan yang tergenang di sisi Selatan.

"Kendaraan dari arah Ngawi atau Dumpil ke Timur aman," katanya.

Iwan menambahkan, luapan air tersebut berasal dari luapan Sungai Bengawan Madiun.

"Itu di situ kan ada anak sungai Bengawan Madiun, itu meluap," imbuhnya.

Jadi satu jalur

Anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Kepolisian Daerah Jawa Timur masih memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas jalan tol Madiun yang terdampak banjir.

Dengan rekayasa itu, jalan yang semula hanya dipakai untuk satu lajur, kini dipakai untuk 2 lajur.

Sampai saat ini, Kamis (27/3/2019) sore air banjir masih menggenangi jalan tol di ruas jalur B Surabaya-Solo.

Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengatakan, sejak pagi berada di lokasi bersama anggotanya standby untuk mengatur lalu lintas di jalur tol tersebut.

"Rekayasa lalu lintas Contra Flow tetap kami berlakukan hingga air banjir yang menggenangi jalan tol Madiun surut," ungkapnya saat dihubungi Surya melalui telewicara, Kamis (27/3/2019).

Bambang memaparkan rekayasa lalu lintas Contra Flow yang diterapkannya ampuh mengurai kepadatan kendaraan yang melalui jalur tol Madiun dari dua arah, Surabaya ke Jawa Tengah dan sebaliknya.

Contra Flow pertama yang diterapkan yakni adalah rekayasa lalin buka tutup jalur lantaran jalur.

Karena semakin bertambahnya volume kendaraan dari arah Surabaya menuju ke Jawa Tengah pihaknya memutuskan untuk memakai metode rekayasa lalin Contra Flow menggunakan Traffic Cone.

Adapun rekayasa Contra Flow memakai Traffic Cone ini sepanjang lima kilometer.

"Masing-masing jalur menggunakan satu lajur ada di sisi utara yang seharusnya itu diperuntukkan untuk jalur A dari Jawa Tengah ke Surabaya," terangnya.

Menurut dia, pihaknya akan mempertahankan rekayasa lalu lintas Contra Flow di jalur Tol Madiun hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Saat ini lalu lintas mulai kembali normal meski tadi sempat terjadi kepadatan kendaraan yang berada di jalan tol.

Informasinya, saat ini di lokasi kondisi gerimis kami khawatir jika terjadi hujan air dari sawah yang berada persis di samping ruas tol meluber menggenangi jalan.

"Jadi kami masih mempertahankan Contra Flow hingga memastikan banjir surut," pungkas Bambang.

Banjir meluas

Banjir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur semakin meluas.

Banjir yang terjadi sejak Selasa (5/3/2019) malam, semula hanya melanda 7 desa di 3 kecamatan, kini meluas menjadi 35 desa di 8 kecamatan, dengan jumlah KK sebanyak 4317.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami ditemui di lokasi, Rabu (6 /3/2019) sore, membenarkan jumlah warga yang terdampak banjir jumlahnya mencapai ribuan orang.

Saat ini data masih bisa bertambah karena semua masih fokus pada evakuasi warga yang terdampak.

"Kami masih fokus penanganan keselamatan ya untuk data kita masih koordinasi dengan semua dinas terkait," terang Bupati Madiun Ahmad Dawami Kantor Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Rabu (6/3/2019) sore.

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini menuturkan untuk memaksimalkan evakuasi warga, setiap kecamatan yang terdampak banjir telah didirikan posko.

"Setiap kecamatan yang terdampak banjir dibuat posko untuk memudahkan koordinasi evakuasi warga yang mengungsi dan pendataan. Khusus di posko kabupaten berada di Kantor Camat Balerejo," kata Kaji Mbing.

Kaji Mbing mengatakan meluasnya daerah yang terdampak banjir disebabkan curah hujan yang sangat tinggi.

Selain itu luapan air dari sungai bengawan Solo juga membuat air daerah daerah banjir di Kabupaten Madiunsulit untuk keluar.

"Curah hujan tiga hari berturut-turut tinggi sehingga berdampak banjir luar biasa," jelas Kaji Mbing.

Kaji Mbing menambahkan banjir bandang dengan skala besar baru terjadi kali ini di Kabupaten Madiun.

Namun hingga sore, belum dilaporkan adanya korban jiwa ataupun korban hilang akibat diterjang banjir bandang.

Hingga Rabu (6/3/2019) pukul 17.00 WIB, hujan deras mengguyur Madiun.

Petugas BPBD, TNI dan polisi masih berupaya menyisir perkampungan mengingat ada laporan masih banyak warga yang terjebak.

Sementara ribuan warga terdampak mengungsi ada di kantor balai desa serta rumah warga.

Berdasarkan data sementara daru BPBD Kabupaten Madiun sementara, ada 35 desa terdamoak banjir di delapan kecamatan.

Berikut data desa dan kecamatan terdampak:

Jumlah desa terdampak 35 desa dan 8 kecamatan :

Kecamatan Madiun jumlah KK yang terdampak 238 KK .

Jumlah desa terdampak 8 desa, yakni Desa Dampelan, Sendangrejo, Sumberejo, Tanjungrejo, Banjarsari, Tulungrejo, Nglames, Betak.

Kecamatan Saradan jumlah KK terdampak 100 KK. Jumlah desa terdampak 5 desa, Desa Klumutan, Sukorejo, Sugihwaras, Bener, Bongsopotro.

Kecamatan Pilangkenceng jumlah KK terdampak 1447 KK. Desa terdampak 7 desa, yakni Desa Purworejo, Kedungrejo, Wonoayu, Bulu, Pulerejo, Ngengor, Kedungmaron

Kecamatan Balerejo jumlah KK terdampak 2174 KK. Jumlah desa terdampak, 11 Desa yakni Desa sogo, Warurejo, Garon, Pecinan, Jerukgulung, Glonggong, Sumber Bening, Tapelan, Babadan Lor, Kuwu, Balerejo

Kecamatan Sawahan hanya ladang pertanian yang terdampak.

Kecamatan Mejayan jumlah KK terdampak 72KK. Jumlah desa terdampak 1 desa. Desa Ngampel.

Kecamatan Wungu, jumlah KK terdampak 225 KK. Jumlah desa terdampak 2 desa. Desa Tempursari dan Mojorayung

Kecamatan Wonoasri jumlah KK terdampak 61. Jumlah desa terdampak 1 desa yakni Desa Buduran. [trb]




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.