Header Ads

Loading...

Mengejutkan! Pembawa Pesan Ini Mengaku Ada Surat Dari Kepolisian dan Panwaslu


[lndonesia.org] - Media Sosial Twitter kembali dihebohkan oleh video viral 'Pembawa Pesan' yang lagi-lagi ditolak oleh warga.

"Warga Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara secara heroik menolak bingkisan dari Jokowi," tulis @mpuanon.

Ditambahkannya, Warga Kampung Akuarium adalah korban penggusuran brutal yang dilakukan pada masa pemerintahan Ahok.

Dalam video, tampak Ibu Pembawa Pesan berdebat dengan warga yang menolak bingkisan tersebut.



Dalam video yang lain yang diunggah oleh @minang_cyber tampak Ibu Pembawa Pesan yang ditolak warga tersebut menelpon seseorang yang diduga koordinator Pembawa Pesan.

Yang lebih mengejutkan lagi, dalam percakapan itu seolah mereka yang menolak bingkisan akan dilaporkan ke Panwaslu.

"Laporin aja kepanwas gapapa, yeee orang warganya ga mau," celetuk warga.

Warga menyampaikan, tidak akan mempersoalkan jika hanya bagi-bagi saja tanpa harus meminta data.

Dalam video berdurasi 2 menit lebih itu juga Ibu Pembawa Pesan dengan tegas mengatakan sudah mengantongi surat tugas, bahkan ada surat kepolisian dan surat panwaslu.

"Saya ada surat tugas, ada surat dari Kepolisian ada surat dari Panwaslu," tegasnya.


Politisi Parta Demokrat, Ferdinand Hutahaean merespon video tersebut. Menurutnya hal itu merendahkan masyarakat bawah, seolah suara rakyat bisa dibeli dan rakyat tidak melawan ketika hidupnya makin sulit.

"Mereka selalu merendahksn masyarakat dibawah, merasa bahwa syaranya bisa dibeli dengan dengan segala cara. Mereka pikir rakyat ini tdk akan melawan ketika hidupnya makin sulit," tulisnya.

"Katanya unggul 20%, tp koq gini amat caranya? Ini sih cara orang yg kalah 20% bkn yg unggul 20%," tambahnya.


Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.