Cerita Patung Sudirman di Jepang: Tidak Boleh Dikunjungi Bebas


Cerita Patung Sudirman di Jepang: Tidak Boleh Dikunjungi Bebas

lndonesia.org - Apakah Anda tahu bahwa di Jepang ada patung Jenderal Sudirman yang berdiri gagah? Yah, Anda tidak salah baca, patung ini memang berada di Jepang, tepatnya berada di Kota Tokyo, yakni di halaman depan Kementerian Pertahanan Jepang.

Pertanyaannya, kenapa bisa ada patung Panglima TNI pertama di Indonesia tersebut? Bagaimana sejarahnya sehingga ada patung Jenderal Sudirman di Tokyo?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui bahwa patung Jenderal Sudirman tersebut dibuat setinggi empat meter dan sedang berdiri tegap dalam posisi siap. Jenderal Sudirman di patung tersebut menggunakan peci dan pakaian tentara lengkap dengan sepatu boot. Patung Jenderal Sudirman tidak hanya menjadi satu-satunya patung pahlawan Indonesia di negeri sakura. Tapi, sekaligus menjadi satu-satunya pahlawan asing (non-Jepang) yang berada di Jepang. Unik, bukan?

Patung tersebut berada di Kemenhan Jepang untuk menghormati hubungan antara Jepang dna Indonesia yang diberi nama "Niindo" aluas Nippon - Indonesia. Tentunya, hal ini terkait dengan penjajahan yang pernah dilakukan Jepang di Indonesia puluhan tahun silam.

Patung Hadiah

Sebenarnya, patung ini merupakan hadiah dari Kemenhan RI, loh. Kemenhan RI memberikan patung tersebut pada Kemenhan Jepang di tahun 2011 silam. Kemudian, pemerintah Jepang meresmikan patung tersebut di tanggal 14 Januari 2011.

Kemudian, pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI akan digelar tepat di depan patung tersebut. Di tahun ini, dikarenakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Kemenhan Jepang menggelar acara peletakan karangan bunga di patung tersebut, dengan mengundang pejabat di KBRI Tokyo serta pejabat diplomatik Indonesia di negeri Sakura.

Hubungan antara Jenderal Sudirman dengan Jepang

Jenderal Sudirman yang memimpin perang gerilya dalam keadaan sakit keras menjadi sosok yang sangat inspiratif bagi rakyat Indonesia. Berkat perjuangannya, TNI masih memiliki harga diri menghadapi agresi militer yang dilancarkan Belanda dua kali pasca kemerdekaan.



Sekarang, apa hubungan antara Jenderal Sudirman dengan Jepang? Jenderal Sudirman bergabung menjadi perwira di Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk oleh Jepang. Dengan demikian, Jenderal Sudirman juga merasakan pelatihan militer Jepang yang keras itu.



Sampai akhirnya, Jenderal Sudirman ditunjuk menjadi komandan PETA. PETA didirikan Jepang sebenarnya untuk memperkuat pasukan Jepang di Perang Dunia II, khususnya di Perang Asia Timur Raya.



Namun, salah satu batalyon PETA di Blitar melakukan pemberontakan pada Jepang. Hal itu dikarenakan Jepang melakukan kerja paksa pada rakyat di Blitar. Perang antara pasukan PETA di Blitar melawan tentara Jepang tak terhindarkan. Beberapa pasukan baik di pihak PETA maupun Jepang meninggal dalam perang tersebut.

Akhirnya, pasukan PETA di Blitar mampu diamankan oleh Jepang dan pemberontakan itu diredam. Para pasukan PETA yang memberontak ke Jepang itu ditangkap dan akan dihukum mati. 

Saat itulah, Jenderal Sudirman sebagai komandan PETA berusaha agar rekan-rekannya tersebut tidak dihukum mati. Meski permintaan itu dipenuhi, namun Jenderal Sudirman dan prajuritnya, termasuk prajurit PETA yang memberontak di Blitar semuanya mendapat hukuman yakni kerja paksa di kamp konsentrasi.

Itulah hubungan antara Sudirman dengan Jepang. Hingga akhirnya, Sudirman dipilih sebagai Panglima TNI pertama dan memim pin perang  gerilya yang sangat menyusahkan Belanda.

Patung Sudirman tidak bisa dikunjungi bebas

Meski berada di Tokyo, namun bukan berarti semua orang bisa berkunjung untuk melihat patung Sudirman tersebut dengan bebas. Bahkan, meskipun Anda sebagai turis atau wisatawan Indonesia yang datang ke Jepang.

Untuk bisa berkunjung atau sekedar melihat patung tersebut, Anda harus meminta izin secara resmi terlebih dulu. Hal itu disebabkan patung tersebut terletak di area perkantoran. Bahkan, di depan kantor Kementerian Pertahanan yang terkenal sangat rahasia dan dijaga ketat.

Bahkan, meminta izin pun belum tentu pula akan diizinkan kecuali alasan melihat atau mengunjungi patung tersebut juga sangat penting. Kalaupun masuk, Anda juga akan diawasi oleh aparat keamanan setempat.[pojokreview]

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.