Kolombia Sebut 17 Eks Tentaranya Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti


Kolombia Sebut 17 Eks Tentaranya Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti


lndonesia.org - Otoritas Kolombia menyatakan sedikitnya 17 mantan tentara negara itu terlibat dalam pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise. 

Kolombia akan mengirimkan pejabat intelijen ke Haiti untuk membantu penyelidikan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (10/7/2021), Kepolisian Haiti mengungkapkan pembunuhan Moise dilakukan sebuah unit komando beranggotakan 28 orang, yang terdiri atas 26 warga Kolombia dan dua warga AS keturunan Haiti. Dari jumlah itu, sebanyak 17 tersangka ditangkap, tiga lainnya tewas dan delapan lainnya masih buron.

Dalam konferensi pers pada Jumat (9/7) waktu setempat, Kepala Kepolisian Kolombia, Jenderal Polisi Jorge Luis Vargas, menyebut bahwa 17 warga Kolombia di antaranya 'mungkin pernah bergabung tentara nasional' Kolombia, yang meninggalkan militer antara tahun 2018 hingga tahun 2020.

Keterangan senada disampaikan Komandan Angkatan Bersenjata Kolombia, Jenderal Luis Fernando Navarro, secara terpisah kepada wartawan pada Jumat (9/7) waktu setempat, seperti dilansir Reuters.

Lebih lanjut Vargas menuturkan bahwa dari 17 mantan tentara itu, dua di antaranya tewas di tangan polisi Haiti dan 15 lainnya kini ditahan. Dua orang lainnya yang juga ditahan di Haiti adalah dua warga AS keturunan Haiti.

Otoritas Kolombia tidak memberikan informasi lebih lanjut soal jejak karier militer para mantan tentara itu maupun soal alasan mereka meninggalkan militer. Namun laporan surat kabar setempat, El Tiempo, menyebut salah satu yang ditangkap diidentifikasi sebagai Manuel Antonio Grosso Guarin (40) yang disebut sebagai salah satu tentara paling berpengalaman di Kolombia.

Dalam konferensi pers, Vargas mengungkapkan bahwa dua tersangka Kolombia di antaranya terbang dari Bogota menuju Panama pada 6 Mei dan dari sana melanjutkan perjalanan ke Santo Domingo, ibu kota Republik Dominika, di mana mereka tinggal empat hari sebelum terbang ke Haiti.

Para tersangka Kolombia lainnya diketahui terbang ke Panama terlebih dahulu sebelum melanjutkan penerbangan ke Republik Dominika pada 4 Juni, dan melanjutkan perjalanan ke Port-au-Prince, melalui kota resort Punta Cana yang berbagi pulau Hispaniola dengan Haiti.
Otoritas Kolombia menyatakan pihaknya memiliki informasi soal keterlibatan empat perusahaan dalam pembunuhan Presiden Haiti, namun mereka tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Presiden Kolombia, Ivan Duque, dalam pernyataannya mengumumkan bahwa Kepala Direktorat Intelijen Kolombia dan Direktur Intelijen pada Kepolisian Nasional Kolombia akan dikirimkan ke Haiti dengan Interpol untuk membantu penyelidikan.(detik)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.