Jejak Rekor Kasus Corona di Malaysia hingga Tembus Sejuta


Jejak Rekor Kasus Corona di Malaysia hingga Tembus Sejuta


lndonesia.org - Malaysia melaporkan 1 juta total konfirmasi kasus COVID-19 sejak awal pandemi hari ini (25/7). 

Tembusnya 1 juta kasus dimulai sejak terus melonjaknya kasus harian hingga mencetak rekor selama beberapa hari terakhir.

Selama minggu ini, sudah tiga kali Malaysia mencetak rekor kasus baru COVID-19. Bahkan rekor ini dicapai dalam tiga hari berturut-turut.

detikcom merangkumkan informasinya berikut ini:

Rekor Kasus Baru COVID-19 Jumat (23/7)

Pada hari Jumat lalu, pertama kalinya Malaysia menembus rekor kasus baru COVID-19 di angka 15 ribuan. Saat itu, 15.573 kasus baru dilaporkan.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, wilayah Lembah Klang kembali menyumbang lebih dari setengah dari infeksi baru dengan 7.672 di Selangor dan 2.063 di Kuala Lumpur. Ada juga 722 kasus baru di Johor dan 530 kasus di Penang.

Rekor Kasus Baru COVID-19 Sabtu (24/7)

Pada hari Sabtu lalu, Malaysia kedua kalinya melaporkan rekor kasus baru COVID-19 di angka 15 ribuan. Saat itu, ada 15.902 kasus.

Seperti diberitakan Channel News Asia, wilayah Lembah Klang menjadi penyumbang kasus COVID-19 terbanyak di Malaysia, hampir separuh infeksi COVID-19 baru berasal dari sana. Disusul wilayah Selangor dengan mencatat 7.351 kasus, dan 2.406 kasus baru COVID-19 tercatat di Kuala Lumpur.

Pada hari Minggu, Malaysia kembali memecahkan rekor tiga hari berturut-turut dalam seminggu terakhir. Bahkan angkanya sudah di atas 17 ribuan, yakni 17.045 kasus baru.

Dengan pecah rekor kasus tiga kali, Malaysia kini mencatatkan total konfirmasi kasus COVID-19 sebanyak 1.013.438 sejak awal pandemi.

Wilayah Lembah Klang menyumbang lebih dari setengah dari jumlah kasus infeksi baru, dengan 8.500 kasus di Selangor dan 2.045 kasus di Kuala Lumpur. Sementara itu, ada 1.216 kasus baru di Kedah dan 950 infeksi baru di Johor.

Kasus COVID-19 varian delta juga dilaporkan terdeteksi pertama kali di Kelantan hari ini. Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau warga setempat untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran dan lonjakan kasus akibat varian yang lebih cepat menular tersebut.

Malaysia Lockdown

Lonjakan kasus corona di Negeri Jiran Malaysia tampaknya belum membaik. Padahal Malaysia sudah menetapkan lockdown sejak pertengahan Juni 2021 lalu.

Awalnya, kebijakan lockdown seharusnya berakhir pada 28 Juni 2021 yang lalu. Namun Pada Sabtu (26/6) lalu, tambahan kasus Corona di negara tersebut masih berada di angka 5.803 kasus.

Atas dasar itulah, akhirnya PM Malaysia Muhyiddin Yassin menegaskan pihaknya tidak akan mengakhiri lockdown sampai kasus harian COVID-19 berada di bawah 4.000 kasus.

Diketahui Muhyiddin Yassin sempat mengumumkan terkait NRP, yang memiliki empat fase yang akan bertransisi secara bertahap. Untuk memungkinkan transisi ke fase dua, rata-rata kasus harian Covid-19 harus turun di bawah 4.000, sistem kesehatan masyarakat harus keluar dari tahap kritis, termasuk tingkat penggunaan tempat tidur di ICU kembali ke tingkat sedang, dan 10% dari populasi sudah menerima dua dosis suntikan vaksin.

Untuk fase tiga, akan dilaksanakan jika rata-rata kasus harian turun di bawah 2.000, yang ditargetkan paling cepat akhir Agustus. Sementara untuk transisi ke fase empat, diharapkan paling cepat akhir Oktober 2021.

Dengan kondisi ini, pemerintah Malaysia masih terus melakukan kebijakan lockdown di negaranya.(detik)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.