Gempa M 6,3 Tojo Una-una, Warga Ngungsi ke Dataran Tinggi-Listrik Padam


Gempa M 6,3 Tojo Una-una, Warga Ngungsi ke Dataran Tinggi-Listrik Padam


lndonesia.org - Gempa bumi magnitudo (M) 6,3 terjadi di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat warga mengevakuasi diri. 

Gempa ini juga membuat wilayah Tojo Una-una gelap gulita lantaran listrik padam.

"BPBD Kabupaten Tojo Una-una melaporkan guncangan kuat selama 3 detik dirasakan warga. Saat gempa terjadi, warga panik hingga keluar rumah," kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Getaran gempa yang kuat membuat warga pesisir memilih mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. BPBD setempat belum menerima laporan soal dampak kerusakan akibat gempa.

"Pantauan BPBD menyebutkan warga mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota. Jaringan listrik masih diberitakan padam dan belum ada laporan kerusakan pascagempa," ujarnya.

Dia mengatakan hal serupa dirasakan warga di Kabupaten Morowali Utara, Sulteng. Gempa dirasakan kuat selama 3 detik dan membuat warga sempat panik keluar rumah.

Pascagempa BPBD setempat melakukan pemantauan di lapangan. Dilaporkan guncangan kuat dirasakan warga dan menimbulkan kepanikan.

"Namun demikian kondisi sudah normal Kembali. Belum ada laporan kerusakan dari BPBD setempat," ucapnya.

Pagi tadi, pukul 10.52 WIB, gempa M 5,9 di Tojo Una-una juga memicu guncangan kuat 2-3 detik yang dirasakan masyarakat setempat.

BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD di wilayah yang merasakan guncangan kuat gempa. Sedangkan BMKG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di Pesisir Bolaang dan Bunta untuk menjauhi pantau sementara waktu dan tetap tenang.

"BNPB mengimbau warga untuk tidak panik dan memantau situasi atau informasi dari sumber resmi, seperti dari BMKG, BNPB maupun BPBD setempat," katanya.

Gempa M 6,5 terjadi pada hari ini pukul 19.09 WIB. Lokasi koordinat gempa ada di 0,73 lintang selatan dan 121,92 bujur timur. Pusat gempa ada di kedalaman 10 km.

Analisis BMKG
Berdasarkan analisis BMKG, gempa dirasakan skala V-VI MMI di Ampana, Sulteng. Getaran dirasakan skala V MMI di Poso dan Morowali, Sulteng.

Sementara itu intensitas getaran skala III-IV MMI di Bolaang Mongdow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kotamobago, Buol dan Bone. Sementara di Bobong, Konawe Utara, Tomohon, Manado, Kolaka Utara dan Masamba getaran dirasakan skala II-III MMI. Dan di Mamuju Tengah dan Polewali getaran dirasakan skala II MMI.

Skala V Modified Mercalli Intensity (MMI) artinya, getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.


Sementara skala VI artinya getaran dirasakan semua penduduk dan membuat kebanyakan terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

Dilihat dari jenis dan mekanisme gempa bumi, fenomena yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi karena sesar Lokal. Analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan normal atau normal fault.(detik)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.