Sulit Mewujudkan Berdikari Secara Ekonomi Selagi Perekonomian Dikuasai Asing


Sulit Mewujudkan Berdikari Secara Ekonomi Selagi Perekonomian Dikuasai Asing


lndonesia.org - Berdikari di bidang ekonomi bisa dikatakan sebagai ekonomi independen atau kemandirian ekonomi. Hal itupun bukan menjadi tujuan dari negara Indonesia saja, melainkan tujuan dari semua negara.

Demikian disampaikan oleh Managing Director Political Economy dan Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan dalam diskusi virtual dengan tema "Antara Pancasila dan Trisakti", Minggu kemarin (20/6).

"Kemandirian ekonomi itu bukan hanya tujuan dari bangsa Indonesia, tetapi hampir semua negara," ujar Anthony.

Menurutnya, semua negara berharap dapat mencapai ekonomi independen. Namun, hal itu sulit diwujudkan lantaran definisi tersebut yang tidak konsensus dan lain sebagainya.

"Kalau kita berbicara liberalism ekonomi independen adalah ekonomi freedom yang bersumber dari kapitlism dan di situ mereka mengatakan bahwa kemandirian ekonomi adalah interferensi dari pemerintah itu sangat sedikit, hampir minim interferensi," kata Anthony.
 
"Jadi semua negara dan ilmuan semuanya mempunyai definisi yang dianggap ekonomi independen itu apa, tatapi sebagai konsensus dan saya melihat dari garis merah itu bahwa tingkat kemandirian ekonomi berdikari secara ekonomi saya lihat dari tiga hal," lanjut dia.

Ketiga katagori tersebut, kata Anthony, diantaranya yang pertama yaitu ekonomi dikuasai oleh siapa. Jika saat ini ekonomi dikuasai oleh perusahaan asing maka tingkat kemandirian ekonomi sedikit.

"Kedua bahwa tenaga untuk melaksanakan ekonomi itu siapa, Nah, kalau ini sangat tergantung dengan pekerja asing dalam skill. Ketiga, berapa banyak modal asing menguasai ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Anthony menyampaikan, jika ekonomi dikuasai oleh asing, dan banyaknya tenaga kerja yang tergantung dengan tengah kerja asing, serta banyaknya perusahaan asing yang berdominan, maka ekonomi independen sangat tidak mandiri.

Namun, jika semakin banyaknya perusahaan lokal, tenaganya lokal, kemudian modal dari domestik, maka disini sangat mandiri.

"Saya mengkatagorikan ini lalu bagaimana kita lihat Indonesia. Kalau kita katakan secara mandiri ya tapi kita tidak tahu statusnya karena tidak ada definisi bagaimana posisi Indonesia," ucap Anthony. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.