Ada Peran Mesir di Gencatan Senjata Israel-Hamas, Bagaimana dengan Erdogan?


Ada Peran Mesir di Gencatan Senjata Israel-Hamas, Bagaimana dengan Erdogan?

lndonesia.org -  Gencatan senjata antara Hamas dan Israel bisa terwujud berkat mediasi yang dilakukan Mesir. Mesir diketahui berperan penting sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata, yang disebut sumber-sumber diplomatik sebagai 'gencatan senjata simultan dan timbal balik' itu.

Laporan Associated Press menyebut bahwa Mesir menjadi mediator dalam perundingan gencatan senjata antara Hamas dan Israel karena negara ini menjadi salah satu dari sedikit negara, yang menjalin hubungan resmi dengan kedua pihak.

Di tengah peran Mesir dalam tercapainya gencatan senjata tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menjadi sorotan. Sebelum gencatan senjata Hamas dan Israel, presiden Turki itu diberitakan telah meningkatkan upaya diplomatik untuk mengakhiri serangan Israel di Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 232 warga Palestina.

Seperti diberitakan Anadolu Agency beberapa hari lalu, Erdogan telah mengadakan pembicaraan telepon dengan para pemimpin hampir 20 negara, termasuk Palestina, Rusia, Pakistan, Kuwait dan Aljazair.

Dia mendesak para pemimpin untuk mengambil sikap bersatu melawan serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, Masjid Al-Aqsa, dan Yerusalem.

Yang pertama dihubungi Erdogan adalah Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan kemudian kepala politik Hamas, Ismael Haniyeh.

Dalam kontak yang dibuat sejak 8 Mei, Erdogan telah membahas masalah tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Raja Yordania Abdullah II.

Erdogan juga berbicara via telepon dengan Emir Kuwait Sheikh Nawaf Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoev, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Dia melanjutkan upaya diplomasinya dengan Presiden Republik Turki Siprus Utara Ersin Tatar, Presiden Kyrgyzstan Sadyr Japarov, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Dbeibeh, penguasa Oman Sultan Haitham Bin Tariq dan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad.

Menyebut serangan Israel di Gaza sebagai "terorisme," Erdogan mengutuk kekejaman terhadap Muslim Palestina. Erdogan menegaskan kembali dukungan Turki untuk perjuangan Palestina.

Dia menekankan perlunya Dewan Keamanan PBB untuk campur tangan sebelum krisis meningkat lebih lanjut dan upaya untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian internasional ke wilayah tersebut. []

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.