UAS Ajak Patungan Beli Kapal Selam, Berapa Harga Pasarannya?


UAS Ajak Patungan Beli Kapal Selam, Berapa Harga Pasarannya?


lndonesia.org - Ustaz Abdul Somad (UAS) membuat gerakan untuk mengajak masyarakat patungan membeli kapal selam sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pertahanan negara. Kira-kira, berapa dana yang dibutuhkan untuk membeli kapal selam?

Berdasarkan risalah lelang kapal selam tahun 2011 diketahui bahwa lelang terbatas pengadaan kapal selam dimulai sejak tahun 2010 di Markas Besar Angkatan Laut. TNI Angkatan Laut mengundang penawaran dari empat Negara yaitu Marine Force International (Inggris), Rossoboronexport (Rusia), DCNS (Perancis) dan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering (Korea Selatan).

Dari evaluasi yang diadakan oleh Panitia Pengadaan di Kementerian Pertahanan pada tanggal 28 Juni 2011, Korea Selatan dinyatakan sebagai pemenang lelang pengadaan Kapal selam. Korsel menawarkan tiga unit kapal selam dengan harga termurah yaitu USD 1.079.999.000 atau setara dengan Rp 15 triliun. Artinya, per kapal seharga Rp 5 triliun.

Namun, ada juga kapal selam buatan Prancis yang disebut Triomphant Class. Triomphant Class terdiri dari 4 jenis. Kapal selam pertama bernama sama, Le Triomphant, diluncurkan tahun 1994 dan telah bertugas sejak 1997. Sedangkan versi terbaru dinamakan Le Terrible, bertugas di lautan sejak 20 September 2010 dan juga paling mahal harganya.

Le Terrible ini biaya pembuatannya ditaksir mencapai 3,1 miliar Euro atau sekitar Rp 54 triliun.

Sebelumnya, UAS mengajak masyarakat patungan membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402, yang tenggelam di perairan Bali. UAS menggandeng Masjid Jogokariyan Yogya dalam kegiatan donasi ini.

Hal itu diumumkan UAS di akun Instagram resminya, ustadzabdulsomad_official, seperti dilihat detikcom pada Senin (26/4/2021). UAS mengunggah foto KRI Nanggala-402 dan menyertakan berisi ajakan donasi itu dua jam sebelumnya.


UAS mengajak seluruh warga Indonesia memberikan sumbangsih untuk membangun kekuatan militer laut. Dia juga menyertakan nomor rekening yang digunakan untuk menampung donasi tersebut.

"Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani 'Eternal Patrol', mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya. 

Kami dari Masjid Jogokariyan, mengajak seluruh putra-putri Indonesia yang berjiwa patriot dan cinta negeri ini, beramal bersama dalam Open Donasi Patungan Penggalangan Dana Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402," ucap UAS.

"No Rekening Khusus Pengadaan Kapal Selam BSM/BSI no.rek 7202002298 atas nama Masjid Jogokariyan. Konfirmasi via WhatsApp ke: 081311351136," tulis UAS.

Tak disangka, ide pembelian kapal selam ini semula muncul dari anak-anak TPA di Masjid Jogokariyan.

"Awal mula kami berdiskusi untuk memberikan sumbangan bagi keluarga dari awak kapal. Di sela diskusi ada anak-anak yang tanya kalau beli kapal selam sekalian berapa? Saya bilang harga kapal selam terakhir dari PT PAL Alugoro itu hanya Rp 1,5 triliun. Sangat bisa jika semua masyarakat terketuk" kata Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan M Jazir Asp ditemui wartawan di kompleks Masjid Jogokariyan, Selasa (27/4/2021).

Jazir menjelaskan saat itu anak-anak TPA di Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) langsung menggalang dana di pasar sore Kampung Ramadhan Jogokariyan. Di sana, hanya dalam waktu sekitar dua jam, terkumpul Rp 6,5 juta.

Baru setelah mendapatkan respons positif dalam sesore itu, Takmir Masjid Jogokariyan membuka rekening pada Senin (26/4). Mereka upload dan mendapatkan tanggapan positif. Salah satunya dai Ustaz Abdul Somad.

Respons masyarakat terhadap penggalangan dana ini cukup tinggi. Dari pembukaan rekening pada Senin siang, sampai Selasa siang (27/4/2021) sudah terkumpul Rp 360 juta.

"Sampai ini tadi jam 12 sudah mencapai Rp 360 juta. Mudah-mudahan sore ini sudah Rp 400 juta," kata Jazi(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.