Tampil Lagi, Jozeph Paul Zhang Kini Serang dan Tantang Debat Gus Yaqut


Tampil Lagi, Jozeph Paul Zhang Kini Serang dan Tantang Debat Gus Yaqut


lndonesia.org - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, menduga yang dilakukan Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono, dengan mengaku nabi ke-26 mengarah ke penistaan agama. Paul Zhang merespons pernyataan Menag tersebut.

"Pak Menteri Gus Yaqut, harusnya Pak Menteri ngomongnya nggak begitu, 'Oke Paul, saya kerjakan GKI Yasmin dan gereja-gereja lain yang ditutup saya buka, tapi lu berhenti ya, jangan bicara gitu'. Oh ya pasti saya akan berhenti, artinya memang ada tindakan nyata," ujar Paul dalam video YouTube seperti dilihat detikcom, Selasa (20/4/2021).

Paul juga sempat mengklaim dirinya lebih pancasilais dibanding Gus Yaqut. Hal itu dikatakannya saat dia mengaku sempat dituduh anti-Pancasila.

Awalnya Paul bicara soal hoax bahwa dirinya buron. Lalu dia mengatakan hoax sebagai buah dari agama.

"Ternyata saya bisa dihubungin kan, saya nggak DPO kan, saya tidak sulit kok dihubungin. Ada masalah apa? Artinya Anda sedang didik rakyat Indonesia untuk percaya kepada hoax. Itulah buah dari agama, hoax. Agama memang dilahirkan dari hoax," katanya.

"Beda dengan bertuhan. Coba sila pertama Pancasila bunyinya apa, bukan agama loh, bertuhan loh. Kita berapa kali kuliah Pancasila ada orang yang tuduh saya anti-Pancasila. Saya lebih pancasilais dari Anda yang salatnya gila-gilaan. Saya lebih pancasilais daripada Gus Yaqut. Haqul yakin saya lebih pancasilais dari Gus Yaqut," tambahnya.

Dalam tayangan ini, Paul juga sempat menantang Gus Yaqut untuk berdebat soal agama.

"Salah saya di mana ketika saya mengkritisi dan menganggap diri saya nabi dan saya meluruskan ajaran nabi sebelum saya. Nggak salah dong, itu kan tafsir saya. Kalau saya salah, Gus Yaqut ayo debat sama saya kalau bilang (Nabi) Muhammad nggak salah," kata Paul.

Selain itu, dia juga mengomentari pernyataan Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Gomar Gultom yang meragukan gelar pendetanya. Paul menegaskan dirinya memiliki sertifikat sebagai pastor.

"Tapi tadi si orang PGI, Gultom lu dibacain ayat Alkitab udah kelepek-kelepek, kalau iman harus dengan perbuatan. Terus Pak Gomar Gultom 'Paul itu bukan PGI', ya memang gue pikirin, memang lu siapa? Saya mau jadi nabi, mau jadi pendeta, suka-suka saya, memang siapa yang melarang, makanya kalau saya kata pendeta, itu ada lagi sesuatu, di sertifikat saya tulisnya pastor," ucapnya.

"Ya itu hak Pak Gultom, bilang nabi palsu, wong saya juga nggak kenal dia, ngapain juga saya tunjukkan keaslian saya, kamu nggak ada urusan juga," imbuhnya.

Paul sempat memutarkan video pernyataan Gomar di salah satu stasiun televisi. Dalam wawancara itu, Gomar meminta publik tak terlalu serius menanggapi perkataan Paul yang mengaku sebagai nabi ke-26.

Gomar mengatakan sorotan berlebihan kepada Paul hanya memberi pria yang berada di Jerman tersebut panggung baru dan menaikkan ratingnya di medsos. Dalam video itu, Gomar mengatakan pengakuan nabi palsu sudah dinubuahkan nabi-nabi terdahulu.

Terhadap pernyataan tersebut, Paul menilai Gomar tak ingin disaingi. Paul mengatakan pernyataannya tak mewakili pihak manapun.

"Weh Pak Gultom, Gomar Gultom kalah tenar dia, nggak mau dia, nggak mau disaningin. Nabi-nabi palsu, katanya kan. Nggak apa-apa kan suka-suka saya mau jadi kan, nggak (jadi nabi) suka-suka saya," kata Paul.

"Saya nggak pernah saya memwakili orang kristen dan gereja. Makanya saya tidak pernah menyebutkan saya sinode saya, saya tidak pernah sebutkan gereja saya mana. Karena saya nggak mewakili gereja saya. Saya tidak mewakili gereja saya. Dan kalau ada orang yang merasa terwakili," tambahnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait Jozeph Paul Zhang, seorang pria yang diduga menista agama dan Nabi Muhammad SAW di media sosial. Menag berharap Jozeph segera ditindak.

"Saya berharap ada penegakan hukum segera atas intoleransi, yang sudah mengarah ke penistaan ini," kata Gus Yaqut sapaan akrab Menag Yaqut kepada wartawan, Minggu (18/4).

Gus Yaqut menyesalkan sikap intoleran dari Jozeph Paul Zhang. Dia menilai sikap intoleran memang tidak melihat agama.

"Sikap intoleran memang tidak melihat agamanya apa. Tidak menjadi monopoli satu agama saja," ucapnya(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.