Tubuh Dicincang, 3 Orang Tewas Diduga Dipanah Suku Togutil di Hutan Pedalaman Halmahera


Tubuh Dicincang, 3 Orang Tewas Diduga Dipanah Suku Togutil di Hutan Pedalaman Halmahera

lndonesia.org -  Tiga orang dinyatakan tewas dibunuh di pedalaman hutan Halmahera tengah, Maluku Utara, setelah diduga bertemu dengan warga terasing suku Togutil. 

Sementara itu empat orang diantaranya ditemukan selamat, Selasa (23/3/2021). 

Mereka bertujuh awalnya dinyatakan hilang di hutan Halmahera karena ada keperluan untuk mendulang emas di sana.

Mereka nekat memasuki hutan belantara yang dihuni suku pedalaman.

Masing-masing tujuh orang yang sebelumnya hilang bernama:

H. Masani (55 tahun) warga Desa Masure: Meninggal Dunia 
Yusuf Kader (40 tahun): Meninggal dunia
Risno (40 tahun): Meninggal dunia
Jahid Hamid (40 tahun)
Martawan Abdullah (45 tahun)
Anto Latani (45 tahun) warga Desa Batu Dua 
Kopda Zen Tehuayo (35 tahun), anggota Koramil 1512/02 Patani.

Korban meninggal diantaranya Risno, Yusuf yang merupakan Warga Desa Batu Dua Tepelo Kecamatan Patani Utara dan Hi Masani warga Desa Masure Kecamatan Patani timur, ketiga jenazah korban sementara dievakuasi dari hutan menuju kampung.

Hal ini dikatakan oleh Kapten Arm Edy Tri Santoso Pkt. Danki SSK 3/Weda Satgas Pamrahwan Yonarmed 8/105 Trk. Uddhata Yudha kepada wartwan, Selasa 23 Maret 2021.

“Adapun korban dua orang yang selamat sementara mendapat perawatan medis dipuskesmas tepelo,” kata Edy Tri Santoso singkat

Tujuh warga yang dinyatkaan hilang tersebut masing-masing, lima orang dari Desa Batudua, Patani Utara dan satu dari Desa Masure, Patani Timur, dan salah satunya adalah anggota TNI. Mereka dikabarkan hilang di hutan pada 20 Maret lalu.

Tiga orang korban meninggal ditemukan oleh warga dalam keadaan hancur setelah dicincang. Mereka diserang oleh orang tidak dikenal di pedalaman hutan menggunakan panah. Di sekujur tubuh terdapat luka karena diduga benda tajam.

Sebelumnya pada Minggu, (21/3), dua orang korban yakni Anto Latani dan Kopda Zen Tehuayo anggota Koramil 1512/02 Patani yang ditugaskan sebagai Babinsa, berhasil keluar dari belantara hutan Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan selamat.

Mereka menyusuri hutan, menghindari kejaran orang tak dikenal dilengkapi senjata tradisional berupa panah.

Hingga tiba di kawasan Sungai Gwonley. Keduanya kemudian dirawat di Puskemas Tepeleo karena mengalami luka ringan. []

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.