Selain Din, GAR juga Laporkan Dekan FT Industri ITB karena Pernah jadi Kader PKS


Selain Din, GAR juga Laporkan Dekan FT Industri ITB karena Pernah jadi Kader PKS
lndonesia.org - Gerakan Anti Radikalisme ITB (GAR ITB) tak hanya melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). GAR juga melaporkan seorang dekan Fakultas Teknik (FT) Industri Institut Teknologi Bandung Brian Yuliarto ke KASN.

Juru bicara GAR, Shinta Madesari mengatakan Brian dilaporkan karena dianggap tidak netral atas masa lalunya yang sebagai kader PKS. Pelaporan ini terjadi pada Jumat (12/2) kemarin. "Iya betul (melaporkan Brian)," kata Shinta, saat dihubungi, Sabtu (13/2).

Shinta juga mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh GAR, Brian menjabat sebagai Ketua Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PIP PKS) Jepang pada tahun 2004. 

GAR ITB melampirkan beberapa bukti keterlibatan Brian, mulai kehadirannya dari Tokyo hingga Hamamatsu sampai laman web yang memuat informasi tentang Brian.

Padahal, sebagai seorang PNS dilarang berasal dari Partai Politik. Lalu, GAR ITB menyangkutkan pelaporan ini dengan 3 ketentuan larangan PNS yang menjadi anggota partai politik.

"Sebagai pegawai negeri sipil, terlapor memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) yaitu: 197507272006041005. Dengan mencermati angka ke 9 hingga ke 14 dari keseluruhan 18 buah angka yang menyusun NIP tersebut, maka dapat diketahui bahwa Terlapor resmi tercatat sebagai PNS sejak bulan April tahun 2006," ucap Shinta.

Masalah kemudian muncul, saat Rektor ITB berdasarkan SK Rektor ITB nomor ITB Nomor 212/IT1.A/SK/KP/2020 tentang Pengangkatan Dekan Fakultas dan Sekolah di lingkungan ITB periode 2020-2024 tanggal 18 Mei 2020, Brian dipilih menjadi dekan FTI ITB dengan masa bakti 2020-2024.

"GAR ITB menduga bahwa Rektor ITB tidak memiliki informasi mengenai keterkaitan Terlapor dengan partai politik PKS, sehingga Rektor ITB tanpa ragu-ragu telah memilih serta melantik Terlapor untuk menjabat sebagai Dekan FTI ITB tersebut," ucap Shinta.

Sementara itu, GAR ITB meminta agar KASN mempertimbangkan opsi untuk menonaktifkan sementara Brian sebagai dekan FTI ITB, meminta KASN melakukan proses investigasi di lingkungan internal ITB. Sebagai tambahan, mereka juga akan memintai keterangan tambahan untuk melihat bagaimana Brian bisa masuk ITB saat masih menjabat sebagai pimpinan partai kepada para dosen senior ITB.

"Proses investigasi di lingkungan internal ITB, mengenai latar belakang politik dari dosen senior ITB di Kelompok Keahlian Material Maju FTI ITB yang telah menjadi sponsor Terlapor untuk menjadi dosen PNS ITB," tutup Shinta. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.