Tangis Irfansyah Cerita Momen Terakhir Keluarganya Korban Sriwijaya Air SJ182


Tangis Irfansyah Cerita Momen Terakhir Keluarganya Korban Sriwijaya Air SJ182


lndonesia.org - Keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 terus mendatangi posko Antemortem RS Polri, Jakarta Timur untuk diambil sampel DNA nya.

 Salah satunya, Irfansyah Rianto yang kehilangan lima anggota keluarganya akibat pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh.

Dalam sehari Irfansyah kehilangan ayah, ibu, adik dan dua keponakannya, yang barus saja pergi berlibur bersamanya di Bandung, Jawa Barat. Ia mengaku sempat tak percaya keluarganya menjadi korban peristiwa nahas ini.

"Ini sangat cepat, tak pernah berpikir sama sekali dan saya sempat nggak percaya 'ah nggak mungkin'. Ini salah, ini error saya bilang, nggak, nggak benar. Tapi ternyata qodarullah," kata Irfansyah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021).

Bahkan, momen terakhir antara Irfansyah dan keluarganya sempat viral di media sosial. Momen ini diunggah melalui akun Instagram adik Irfansyah, Ratih Windania, yang turut menjadi korban Sriwijaya Air SJ182.

Irfansyah pun meneteskan air mata saat bercerita kondisi keluarganya. Rekan yang mendampingi pun turut menenangkan Irfansyah.

"Keluarga saya, bapak (Toni Ismail), ibu (Rahmawati), adik saya. Saya dua bersaudara, saya nggak punya siapa siapa lagi. Bapak, ibu, adik. Adik saya itu lagi hamil lima bulan, suaminya nunggu di pontianak semua di pesawat itu dan sampai sekarang kita nggak tahu kabar beritanya," cerita Irfansyah.

Irfansyah mengaku mengantarkan keluarganya hingga sebelum memasuki kabin pesawat. Sampai akhirnya, ia mendengar kabar pesawat yang ditumpangi keluarganya jatuh ke perairan Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas.

"Saya sendiri yang antar, saya sendiri antar ke bandara, check-in kan bagasi dan segala macam. Sudah selesai, beliau, orang tua saya tinggal masuk ke dalam," sebutnya.

"Qadarullah, saya dapat info bahwa pukul 16.00 WIB pesawat hilang dan lost contact. Setelah itu langsung saya ke Bandara Soetta, langsung ada tulisannya posko krisis yang ternyata dipastikan pesawatnya jatuh," imbuhnya.

Kini, ia mengaku ikhlas ditinggal oleh keluarga yang dicintainya. Ia pun kembali mengenang saat-saat bahagia bersama keluarganya.

"Selama tiga minggu ini kami liburan, jalan-jalan. Kami makan, senang-senang, sekarang baru terasa. Sampai rumah kosong, rumah saya kan nggak ada siapa siapa, sepi," ucapnya.

Video momen terakhir keluarga Irfansyah sempat diunggah oleh Arie Untung. Video berdurasi 26 detik itu diambil di Terminal Bandara Soekarno-Hatta.

Terlihat sekitar empat orang anak kecil dan beberapa orang dewasa sedang berpamitan sambil melambaikan tangan. Irfansyah juga sempat menirukan pembicaraan keluarganya seperti dalam video yang viral. Namun dia tak kuasa menahan tangis.

"Dadah Ana, dadah Hermansyah, dadah Yumna, dadah!" ucap seorang dalam video yang diunggah oleh akun instagram @ratihwindania.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak. Pesawat mulai hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), 12 kru.(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.