Pengajian Abuya Uci Membludak, FPI: Gak Usah Disebar, Kasihan Kapolda Banten Bisa Dicopot


Pengajian Abuya Uci Membludak, FPI: Gak Usah Disebar, Kasihan Kapolda Banten Bisa Dicopot

lndonesia.org - Front Pembela Islam (FPI) mengunggah video pengajian Abuya Turtusi di Banten.

Melalui akun Twitter @kabar_FPI, pihaknya memberikan sindiran terhadap pengajian yang dihadiri ribuan jamaah tersebut.

Pihaknya meminta agar video tersebut jangan disebar, sebab bisa mengakibatkan Kapolda Banten dicopot.

"Gak usah disebar. Kasihan Kapolda Banten bisa di Copot. Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, RT/RW dll bisa dipanggil," tulisnya dikutip mantrasukabumi.com pada Minggu, 29 November 2020.

Bahkan pihaknya menyindir Humas Polri akan banyak kerjaan dan tidak fokus terhadap target utama.

"Nanti @DivHumas_Polri banyak kerjaan dan gak fokus ke Target utama," lanjutnya.

Sebelumnya akun Twitter @kabar_FPI membagikan sebuah video acara pengajian Abuya Uci Turtusi yang dihadiri ribuan jamaah dan banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Dalam postingannya akun tersebut berharap Abuya Uci aman dan tidak seheboh di Petamburan.

"Semiga Pasca Acara Pagi tadi di Abuya Uci, aman dan tidak seheboh di Petamburan," tulisnya.

Seolah menyindir, akun tersebut juga berharap tidak ada paksaan swab massal, semprot disinfektan, dan lain sebagainya.

"Tidak ada paksa memaksa test Swab sekampung, tidak ada semprot² disinfectant sampai 2x sambil bawa senjata lengkap,"lanjutnya.

Bahkan lebih lanjut akun itu juga menyindir pencopotan Kapolda dan panggilan untuk Gubernur.

"Tidak ada copot mencopot Kapolda, panggil memanggil Gubernur, Camat, Lurah RT, RW," sindirnya.

Namun akun FPI tersebut memuji Abuya Uci sebagai sosok ulama NU yang istiqomah dan tidak pernah mau diajak kongkalikong.

"Orang Banten Emang "Pohara Jasa".

Semoga Allah menjaga Abuya Uci Turtusi. Beliau adalah Ulama NU yg Istiqomah, yg tidak pernah mau diajak Kongkalikong oleh siapapun dalam Kemungkaran... Aamiin..," pungkasnya.**

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.