Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Terbaik, Fadli Zon: Terbaik di Mata Asing Bukan Rakyat


Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Terbaik, Fadli Zon: Terbaik di Mata Asing Bukan Rakyat

lndonesia.org - Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menyoroti penghargaan yang didapatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Seperti diektahui baru-baru ini Menkeu Sri Mulyani baru saja meraih penghargaan sebagai Finance Minister of the Year for East Asia Pacific tahun 2020 dari majalah Global Markets.

Ini merupakan penghargaan kedua yang diterima Sri Mulyani dari majalah yang sama, setelah terakhir di tahun 2018 memperoleh penghargaan serupa.

Menurut Global Markets, Sri Mulyani layak mendapatkan penghargaan tersebut atas prestasinya dalam menangani ekonomi Indonesis di pandemi corona (Covid–19).

Majalah Global Markets menilai, komitmen memberikan stimulus fiskal dalam bentuk perlindungan sosial, insentif perpajakan, penjaminan pinjaman dan subsidi bagi sektor usaha yang terdampak paling besar layak diapresiasi.

Selain itu, keputusan untuk memperlebar defisit melebihi batas maksimum yang di tetapkan dalam undang-undang sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB), yang merupakan langkah yang tidak mudah dilakukan, juga menjadi alasan lain Sri Mulyani memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.

“Gelar ini merupakan salah satu bentuk keseriusan dan kerja keras seluruh jajaran Kementerian Keuangan dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia,” ujar Menkeu dalam keterangan resminya, Senin (12/10).

Sri Mulyani mengungkapkan, penghargaan tersebut hendaknya menjadi pemicu perbaikan bagi pengelolaan fiskal.

“Sebab, tantangan Indonesia masih berat dan panjang ke depan. Raihan ini telah menandakan kita sudah on the right track,” tambah Sri Mulyani.

Melihat hal ini, Fadli Zon mengungkap bahwa banyak pihak yang mempertanyakan penghargaan yang didapatkan oleh Menkeu Sri Mulyani tersebut.

Hal ini diungkapkan Fadli Zon dalam konten YouTube pribadinya.

"Saya banyak ditanya oleh rekan-rekan termasuk oleh konstituen, bagaimana bisa menteri keuangan kita sekarang mendapat lagi gelar sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik," ujar Fadli Zon.

Fadli Zon menilai bahwa pertanyaan sejumlah pihak sangat pantas untuk disikapi.

Media luar negeri mampu menilai bahwa Menkeu Sri Mulyani merupakan menteri keuangan terbaik.

Sedangkan menurut Fadli Zon realitanya saat ini perekonomian di Indonesia semakin sulit.

"Ini adalah satu pertanyaan yang menurut saya perlu disikapi, karena diberikan oleh sebuah majalah atau institusi bahwa apa yang dilakukan oleh menteri keuangan itu dan kebijakan-kebjikannya bisa dianggap sebagai menteri keuangan terbaik," papar Fadli Zon.

Baca juga: Respon Mahfud MD saat Kinerja Jokowi Dibandingkan dengan SBY: Itu Terjadi karena SBY Sudah Berhenti

"Sementara realitasnya kita merasakan bagaiman ekonomi kita semakin sulit," sambung Fadli Zon.

Dipaparkan Fadli Zon, saat ini Indonesia banyak menghadapi masalah ekonomi.

Seperti nilai tukar rupiah yang melemah dan juga utang negara yang terus menumpuk.

"Kita mempunyai masalah fisikal, masalah pendapatan kita dari pajak kita punya masalah pengeluaran, masalah moneter."

"Rupiah tidak semakin menguat dan juga utang kita semakin bertumpuk semakin menggunung yang akan menjadi warisan bagi anak cucu kita," ujarnya.

Melihat kondisi perekonomian saat ini rasanya kurang tepat jika Menkeu Sri Mulyani dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik.

Bahkan Rizal Ramli menyebutkan sebagai menteri keuangan terbalik.

"Oleh karena apa yang disebut sebagai menteri keuangan terbaik oleh seorang rekan ekonom senior seperti Pak Rizal Ramli dikatakan menteri keuangan terbalik mungkin," ungkapnya.

Fadli Zon menyimpulkan bahwa Menkeu Sri Mulyani merupakan menteri terbaik di mata asing dan bukan di mata rakyat Indonesia.

"Nah saya mengatakan begini, mungkin penilaian ini dari satu komunitas masyarakat asing dilihat dari luar mungkin saja memang benar bahwa menteri keuangan kita itu adalah menteri keuangan terbaik di mata asing bukan di mata rakyat indonesia," pungkasnya. []

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.