Amankan Massa Demo, Anggota Kepolisian Kehabisan Nafas


Amankan Massa Demo, Anggota Kepolisian Kehabisan Nafas


lndonesia.org - Seorang anggota kepolisian diduga kehabisan pernafasan setelah melakukan pengamanan pada aksi demo tolak Undang-Undang Omnibus Law di depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang. Bahkan anggota polisi itu harus mendapatkan bantuan oksigen karena kehabisan pernafasan.

Kericuhan terjadi kedua kalinya, para pendemo melakukan pelemparan ke gedung DPRD Kota Malang, sehingga polisi yang mengamankan jalannya aksi demo memaksa untuk melakukan tindakan memukul mundur pendemo.

Situasi chaos membuat anggota kepolisian harus menerima risiko karena aksi yang dilakukan pendemo seperti melempar batu, petasan dan sebagainya. Di dalam video, polisi tersebut diperiksa oleh tiga dokter polisi (Dokpol). Mulai dari memeriksa tensi badannya hingga membantu memasang alat bantu pernafasan.

Terlihat polisi yang dibantu pernafasannya tersebut nampak lemas dan tidak berdaya. Hal itu ditengarai karena anggota kepolisian harus mengamankan gedung DPRD Kota Malang dan juga Balai Kota Malang yang terkena amukan massa.



Dari pantauan media ini, beberapa massa yang ditangkap karena diduga adalah provokator diketahui bukan dari kalangan mahasiswa. Hal itu diketahui ketika polisi saling ngobrol dan berbicara setelah massa dipukul mundur.

Tak hanya itu, beberapa polisi juga mengalami kram kaki karena mengejar massa yang melakukan aksi demo. Bahkan tidak sedikit pula polisi yang harus bolak balik mencuci mukanya karena terkena gas air mata.

Karena amukan massa dari pendemo itu, gedung DPRD Kota Malang rusak parah. Sementara itu, beberapa pedagang yang berada di depan Stasiun Kota Baru juga merasa ketakutan dan tidak berani pulang karena polisi yang cukup banyak mengamankan massa. (*)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.