Karna Soto Lamongan, Satu RT di Yogya Lockdown Lokal


Karna Soto Lamongan, Satu RT di Yogya Lockdown Lokal
lndonesia.org - enyebut ada satu RT di Kecamatan Umbulharjo yang terpaksa melakukan lockdown lokal. Hal itu terkait dengan klaster Soto Lamongan depan XT Square, karena ada pedagang soto yang tinggal di RT yang lockdown.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, hingga saat ini tercatat 10 orang positif dari sebanyak 19 orang yang dilakukan swab test. Semuanya berkaitan dengan klaster Soto Lamongan.

"Kemarin sudah dilakukan swab test sebanyak 6 orang sehingga total yang sudah melakukan swab dari klaster Soto Lamongan 25 orang," kata Heroe saat ditemui wartawan di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (31/8/2020).


Bahkan, karena temuan itu membuat satu RT di Kecamatan Umbulharjo melakukan lockdown lokal. Semua itu untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Pihak RT setempat yang menentukan (lockdown lokal) bersama pak Luah dan Camat karena satu RT ada 10 orang positif itu untuk antisipasi sekaligus membatasi interaksi," ujarnya.

Pihaknya mengaku belum bisa menentukan dari mana awal penyebaran virus Corona pada klaster Soto Lamongan. Karena itu saat ini pihaknya menggencarkan tracing.

"Karena itu kita masih cari dari mana dapatnya, kita tracing itu untuk memetakan sebaran itu dari mana. Apakah dari pedagang atau interaksi yang lain," katanya.

Oleh sebab itu, Heroe meminta kepada masyarakat yang membeli Soto Lamongan pada bulan Agustus agar melakukan isolasi mandiri, atau segera memeriksakan ke layanan kesehatan terdekat. Semua itu untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Karena orang tanpa gejala (OTG) semua kecuali pedagangnya itu, semua OTG dan ada umur belasan sampai puluhan. Jadi kalau ke fasyankes langsung ceritakan saja ke tenaga kesehatan agar kita bisa melakukan tracing," kata Heroe.

Sementara itu, Camat Umbulharjo, Rumpis Trimintarta membenarkan jika ada satu RT di wilayahnya melakukan lockdown lokal. Lockdown itu dilakukan sejak hari Sabtu (29/8).

"Dari hari Sabtu (lockdown lokal), jadi begitu mendengar dan masyarakat tahu lewat pak RW ada salah satu RT yang warganya 10 confirmed positif," katanya saat dihubungi.

"Jadi bisa dikatakan lockdown lokal agar mempermudah pengawasan kalau lockdown total ndak, karena kemarin sebelum lebaran juga sudah melakukan penutupan," jelasnya.(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.