Ini Deretan 'Suntikan' Jokowi Buat Imun Ekonomi RI dari Corona


Ini Deretan 'Suntikan' Jokowi Buat Imun Ekonomi RI dari Corona
lndonesia.org - Presiden Joko Widodo  meresmikan Yogyakarta International Airport   pembangunan bandara tersebut menelan biaya Rp 11,3 triliun. Foto: Sayoto Ashwan
Yogyakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini membagikan bantuan Rp 2,4 juta pada pelaku usaha mikro di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Dalam sambutannya, Jokowi menilai virus Corona (COVID-19) memporak-porandakan ekonomi, dan dunia usaha tak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia.
"Kondisi sulit seperti ini, sulit karena urusan kesehatan, karena COVID-19, dan sulit juga karena ekonomi. Karena COVID-19 berimbas pada ekonomi. Dan ini dialami tidak hanya negara kita, dialami oleh 215 negara di dunia," kata Jokowi dalam Pembagian Banpres Produktif, seperti yang dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/8/2020).

"Negara yang kaya yang besar kena, negara yang sedang di tengah, negara berkembang juga kena, negara yang miskin juga kena, negara kecil juga kena, semuanya kena. Pelaku usaha di dunia juga sama saja. Pelaku usaha mikro dan kecil juga sama, pelaku usaha di tengah juga sama, pelaku usaha besar juga sulit dan berada pada kondisi yang tidak mudah," lanjutnya.


Baca juga:
Pedagang Soto di Jogja Curhat ke Jokowi, Omzet Anjlok 10 Kali Lipat
Namun, menurut Jokowi pemerintah telah mengeluarkan semua jurus untuk menahan dampak Corona terhadap perekonomian Indonesia. Jurus-jurusnya antara lain bantuan sosial (Bansos), subsidi, hingga bantuan uang tunai.

"Pemerintah karena COVID-19 ini telah mengeluarkan semua jurus, ada yang namanya BLT desa, ada yang namanya Bansos, ada yang namanya subsidi listrik, digratiskan untuk yang pelanggan 450 VA, dan bayar 50% untuk yang 900 VA. Nah ada bantuan sembako, ada yang namanya subsidi bunga, terus kemarin kita keluarkan subsidi gaji. Nah sekarang kita berikan yang namanya Banpres Produktif," jelas dia.

Meski sudah mengeluarkan sederet jurus itu, menurut Jokowi perekonomian Indonesia baru kembali normal ketika vaksinasi Corona sudah dilaksanakan secara menyeluruh.

"Tapi nanti insyaallah kalau sudah pada kondisi di mana yang namanya vaksin sudah mulai diproduksi dan mulai disuntikkan pada masyarakat semuanya, nah itu kita akan berada kembali pada posisi normal," tutur Jokowi.

Ia meyakini, vaksinasi Corona ini sudah mulai bisa dilaksanakan pada Januari 2021 mendatang.

"Saya meyakini insyaallah kita di bulan Januari sudah mulai suntik vaksin. Biar keadaannya masuk pada kondisi yang normal kembali," tutup Jokowi.(dtk)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.