Sukses Bajak Twitter Barack Obama hingga Elon Musk, Remaja Inggris Raup Bitcoin Senilai Rp1,4 Miliar


Sukses Bajak Twitter Barack Obama hingga Elon Musk, Remaja Inggris Raup Bitcoin Senilai Rp1,4 Miliar

lndonesia.org - Baru-baru ini dunia sedang digegerkan dengan aksi pembajakan lebih dari 130 akun Twitter terkenal, termasuk milik Barack Obama dan Elon Musk. Tak disangka, salah satu peretasnya diyakini masih remaja dan tinggal bersama ibunya.

Dilansir dari Daily Mail, kejadian ini bermula saat sejumlah akun Twitter papan atas, termasuk milik Joe Biden, Bill Gates, Barack Obama, dan Elon Musk, diretas. Peretas kemudian mengunggah pesan di akun mereka yang menyarankan para pengikut memberikan 'donasi' dengan Bitcoin.

Pembajakan ini kini sedang diselidiki Twitter dan FBI. CEO Twitter Jack Dorsey juga ikut diinvestigasi atas pelanggaran keamanan besar-besaran. Serangan ini ternyata didalangi peretas muda yang tidak terkait dengan negara atau kejahatan terorganisir dan diperkirakan merupakan salah satu aksi peretasan terbesar dalam sejarah.

Unggahan penipuan yang telah dihapus itu menyebutkan warganet punya waktu 30 menit saja untuk mengirim USD 1.000 (Rp14,7 juta) dalam bentuk Bitcoin. Alasannya, tokoh-tokoh ternama itu sedang ingin berbagi di tengah pandemi COVID-19. Bitcoin yang dikirim itu dijanjikan akan dilipatgandakan. Bitcoin senilai lebih dari USD 100 ribu (Rp1,4 miliar) pun dikirim ke alamat 'dompet' yang disebutkan dalam twit, menurut laman Blockchain yang memantau transaksi mata uang kripto.

Hasil penyelidikan The New York Times mengungkap seorang remaja 19 tahun yang tinggal di Inggris selatan dibujuk untuk menjual pengelolaan akun Twitter yang sangat diincar oleh pemimpin kelompok misterius yang dikenal dengan julukan 'Kirk'. Di platform perpesanan daring 'Discord', Kirk membual kalau ia pernah bekerja di Twitter dan mampu mengendalikan akun Twitter yang berharga.

Di sisi lain, remaja yang dikenal dengan julukan 'lol' dan peretas lain dengan sebutan 'ever so anxious' membantah bekerja dengan Kirk begitu ia mulai menyerang akun-akun papan atas pada Rabu (15/7). Namun, mereka mengaku telah memfasilitasi pembelian dan pengambilalihan alamat Twitter yang tidak terlalu terkenal sebelumnya. Akun yang sangat diinginkan itu terkumpul dalam laman dengan sebutan 'Original Gangster' (OG) yang terdiri dari satu nama pengguna dan satu karakter.

Meski 'lol' tidak menyebutkan identitasnya di dunia nyata kepada The Times, ia mengklaim tinggal di Pantai Barat dan berusia 20an tahun. Sementara itu, 'ever so anxious' mengatakan ia berusia 19 tahun dan tinggal di Inggris selatan bersama ibunya.

Meski Kirk awalnya mengaku bekerja untuk Twitter, 'lol' meragukan klaim itu setelah melihat kerusakan yang ditimbulkannya pada perusahaan. Sementara itu, peretas yang menamai dirinya 'PlugWalkJoe' mengatakan kepada The Times bahwa ada rumor yang menyebut Kirk mendapatkan akses ke saluran internal Twitter Slack. Di sanalah ia melihat kredensial pengguna. Seorang juru bicara Twitter menolak mengomentari hal ini dengan alasan investigasi masih berlangsung.

Menurut penyelidikan terpisah oleh peneliti Brian Krebs dan perusahaan keamanan siber Unit 211B, PlugWalkJoe juga seorang remaja Inggris. Dialah yang menjual akun-akun 'OG' dan mengunggah foto-foto alat internal Twitter di laman tersebut dengan akunnya sesaat sebelum serangan. Menurut Business Insider, PlugWalkJoe dikenal karena serangan pertukaran SIM dan juga dikaitkan dengan ChucklingSquad, kelompok yang diduga mendalangi peretasan akun Twitter Jack Dorsey pada 2019.

Aksi peretasan besar-besaran yang menyasar akun papan atas ini lantas menimbulkan pertanyaan tentang keamanan Twitter. Pasalnya, media sosial ini juga berfungsi sebagai corong para politisi menjelang Pemilu Amerika Serikat (AS) pada bulan November. Para pakar keamanan siber pun terkejut mengetahui aksi ini didalangi sekelompok peretas muda, alih-alih 'aktor' negara yang canggih.

Sejumlah peretas 'terobsesi' dengan membajak akun media sosial melalui 'OG' di hari-hari awal mereka melayani Kirk, menurut Brian Krebs dari Krebs on Security. Namun, sebagian berhenti menjadi perantara Kirk saat akun papan atas dijadikan sasaran.

"Kepemilikan akun di OG ini memberikan ukuran status, pengaruh, serta kekayaan dalam lingkaran pertukaran SIM. Pasalnya, akun semacam itu kerap bisa menghasilkan ribuan dolar saat dijual kembali di bawah tanah," terang Krebs.

Brett Callow, seorang analis bahaya di perusahaan keamanan siber Emsisoft, mengatakan kejadian seperti ini bisa menimbulkan konsekuensi serius.

"Kejadian seperti ini dapat menimbulkan konsekuensi luar biasa, seperti manipulasi pasar, disinformasi terkait Pemilu, dan lain-lain. Namun, dalam kasus ini, pembajakan oleh kelompok remaja ini hanya menyasar penipuan Bitcoin. Jadi, Twitter masih beruntung," komentarnya.[]

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.