Galaunya Presiden Trump, Jadi Penerima Vaksin Pertama Atau Terakhir


Galaunya Presiden Trump, Jadi Penerima Vaksin Pertama Atau Terakhir
lndonesia.org - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku bingung dengan situasi yang akan dihadapinya jika vaksin Covid-19 sudah tersedia. Terutama kapan ia akan mendapatkan vaksin tersebut.

Trump mengatakan, baik menjadi yang pertama maupun terakhir mendapatkan vaksin, ia tetap akan disalahkan oleh publik.

Jika ia menjadi orang pertama di AS yang mendapatkan vaksin, maka ia akan dianggap sebagai egois. Namun jika terakhir, ia akan dianggap tidak percaya dengan efektivitas vaksin tersebut.

"Jika saya yang pertama, mereka akan berkata, "Dia sangat egois, dia ingin mendapatkan vaksin pertama". Dan kemudian orang lain akan mengatakan, "Hei, itu hal yang berani dilakukan," ujar Trump kepada Fox News, Rabu (22/7).

"Saya benar-benar akan mendapatkan (vaksin) pertama atau teakhir, jika mereka menginginkannya," sambungnya seperti dikutip Sputnik.

Saat ini pemerintah AS telah berkomitmen untuk mengamankan 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Pfizer dan perusahaan obat Jerman, BioNTech. Nilai komitmen tersebut mencapai 1,95 miliar dolar AS.

Jika uji klinis tahap 3 pada vaksin tersebut berhasil dan mendapat persetujuan Administrasi Obat dan Makanan (FDA), AS sudah bisa membuat 100 juta dosis pada Natal.

AS juga akan memperoleh hingga 500 juta dosis vaksin tambahan pada 2021.

AS adalah negara yang paling terdampak Covid-19. Sejauh ini, AS sudah mengonfirmasi lebih dari 3,9 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 143 ribu kematian. (Rmol)

Tidak ada komentar


Diberdayakan oleh Blogger.