Header Ads

Loading...

Al-Khaththath: Memilih Pemimpin yang Tak Jujur Haram Hukumnya


Al-Khaththath: Memilih Pemimpin yang Tak Jujur Haram Hukumnya

[lndonesia.org] - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath turut hadir dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4). Ia menyerukan, haram memilih pemimpin yang tak jujur.

"Pemilu dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat ideal. Sesuai aspirasi umat dan aspirasi bangsa," kata Al-Khaththath  dalam sambutannya.

Ia menegaskan, memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan kepemimpinan yang amanah dalam segala bidang. Tentu dalam koridor-koridor syariat.

Massa kampanye akbar Capres dan Cawapres no urut 02 Prabowo-Sandi mulai memadati kawasan GBK. Foto: Mohammad Fajri/kumparan

Al-Khaththath menambahkan, memilih pemimpin yang beriman, jujur, bertakwa, aktif, dan cerdas adalah wajib. Pemimpin juga harus bisa menegakkan syariat Islam.

"Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat sebagai mana disebut dalam butir keempat, yaitu tidak beriman tidak bertakwa, tidak jujur, tidak amanah, tidak fatonah, dan tidak memperjuangkan kepentingan umat islam, hukumnya haram," ungkapnya.

"Atau tidak sama sekali memilih atau golput, hukumnya haram," tegas dia.

Ia juga meminta hal-hal tersebut disampaikan oleh para pendukung Prabowo-Sandi saat salat subuh berjemaah di kampungnya masing-masing.

Dalam kampanye akbar ini, Prabowo dan Sandi sudah ada di lokasi. Selain itu turut hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Suasana kampanye akbar Prabowo-Sandi di dalam Stadion GBK. Foto: Dok. Tim Prabowo-Sandi
Sumber © lndonesia.org
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.