Header Ads

Loading...

Survei Pilpres Terbaru: Selisih Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Menipis


[lndonesia.org] Jakarta - Hasil sigi teranyar lembaga Media Survei Nasional (Median) mencatat elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin masih unggul atas Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Dalam survei itu, angka elektabilitas Jokowi - Ma'ruf 47,9 persen, Prabowo - Sandiaga 38,7 persen, sedangkan 13,4 persen belum menentukan pilihan.

"Selisih elektabilitas kedua kandidat menipis, suara pasangan 01 relatif stagnan dan suara pasangan 02 tumbuh, tapi lambat," kata Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median di warung Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.

Rico mencatat selisih elektabilitas antara kedua calon tinggal satu digit saat ini, yaitu 9,2 persen. "Padahal jarak kedua paslon pada November 2018 masih 12,2 persen untuk keunggulan Jokowi," ujar dia.

Survei digelar pada 6-15 Januari 2018 dengan melibatkan 1.500 responden yang memiliki hak pilih di seluruh provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan ialah Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Rentang margin of error sebesar 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini juga menerapkan quality control terhadap 20 persen sampel yang ada.

Sebelumnya, dalam survei internalnya, kubu Prabowo mengklaim elektabilitas Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma'ruf hanya terpaut empat persen. Juru bicara BPN, Dahnil Anzar, merujuk pada hasil Survei internal Koalisi Indonesia Adil Makmur, mengatakan hal ini dimungkinkan karena saat ini terjadi gelombang massa pendukung ganti presiden.

Dahnil mengklaim sudah ada kenaikan 15 persen akibat adanya gelombang ini. "Sehingga saat ini total elektabilitas Prabowo - Sandiaga secara nasional hampir mencapai angka 45 persen," kata Dahnil 20 Desember 2018 lalu.

Sebelumnya survei Charta Politika mencatat elektabilitas Jokowi - Ma'ruf sebesar 53,2 persen sedangkan Prabowo - Sandiaga 34,1 persen. Charta Politika menyebut survei itu dilaksanakan pada 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. [tco]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.