Header Ads

Loading...

Janji Bangun 50.000 Puskesmas, Faktanya Hanya 94 Puskesmas Dalam 3 Tahun



[lndonesia.org] - Pemilu 2014, kita ingat Direktur Megawati Institute yang juga politisi PDIP, Arif Budimanta, mengatakan keberhasilan pembangunan Indonesia di masa depan ditentukan oleh sejauh mana keberhasilan pemerintah mendatang dalam membangun manusia Indonesia.



Dia menambahkan, angka partisipasi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat, sehingga dalam 10 tahun diharapkan seluruh penduduk akan terjamin perawatan kesehatannya.

“Pak Jokowi juga akan memimpin pemerintahan dengan membangun fasilitas kesehatan sedikitnya mencapai 50 ribu puskesmas dalam lima tahun mendatang. Dengan penambahan fasilitas kesehatan ini, diharapkan rakyat yang berada jauh di desa dapat terlayani kebutuhan kesehatannya,” kata Arif.

Pernyataan tersebut dimuat di media, ada beberapa media yang memberitakan, maka di sini menjadi tanggung jawab besar media, ketika apakah narasi media tersebut sesuai dengan kenyataan atau malah sebaliknya. Saya merasa ini beban moril bagi media, jika janji tersebut benar, maka peran aktif media untuk membuat atmosfir positif kemajuan di Indonesia sangat luar biasa, terutama harapan masyarakat tentang kesehatan.



Namun, apabila janji tersebut tidak sesuai dengan realita, lalu media pada tahun 2014 gegap gempita mengabarkan di ruang digital dengan narasi bombastis, maka media menjadi bagian dari instrumen pencitraan dan kebohongan. Dengan apa yang tersaji di media, harusnya media mempertanyakan kembali apa saja hal-hal yang pernah mereka beritakan, atau hanya menjadi bagian dari instrumen pembohongan publik.

Hal yang membuat lucu, dua media dengan narasi dan isi artikel yang sama bisa sama persis. Antara pemberitaan terkait Janji Jokowi Bangun 50.000 Puskesmas di media Kontan dan Tribun bisa sama persis, jaringan media kompak lakukan polesan dengan sistematis.

Bagaimana dengan janji tersebut?

Sekarang kita lihat jumlah penambahan puskesmas yang ada di Indonesia, apakah sesuai dengan janji saat kampanye Joko Widodo saat 2014?

Data yang saya peroleh dari Kementrian Kesehatan ini menunjukan angka jumlah puskesmas menurut provinsi pada tahun 2014. Total keseluruhan 9.731 puskesmas yang terbagi menjadi dua dengan klasifikasi rawat inap sebesar 3.378 serta non rawat inap sebesar 6.353. Maka total jumlah puskesmas dalam data resmi kementrian kesehatan sebesar 9.731 puskesmas.

Mari kita bandingkan dengan jumlah puskesmas di akhir 2017, apakah sesuai narasi bombastis media, tentang janji membangun 50.000 puskesmas.


Data yang saya peroleh dari Kementrian Kesehatan ini menunjukan angka jumlah puskesmas menurut provinsi per desember 2017. Total keseluruhan 9.825 puskesmas yang terbagi menjadi dua dengan klasifikasi rawat inap sebesar 3.459 serta non rawat inap sebesar 6.366. Maka total jumlah puskesmas dalam data resmi kementrian kesehatan sebesar 9.825 puskesmas.


Jika melihat data perbandingan yang bersumber dari kementrian kesehatan ini, antara jumlah total puskesmas tahun 2014 dan per desember 2017 maka selisih penambahannya tidak signifikan, alias pembangunan dan janji pembangunan 50.000 puskesmas hanyalah omong kosong.

Fakta Janji Tidak Terealisasi

Data kementrian kesehatan antara jumlah klasifikasi rawat inap hanya bertambah 81, sedang non rawat inap hanya bertambah 13, jadi pertambahan jumlah puskesmas secara umum hanya 94.

Melihat realita sesuai data resmi kementrian tersebut, hanya bertambah 94 puskesmas, sedang janji pada 2014 mencapai 50.000 puskesmas, ini jelas sudah menjadi kedustaan ketika tidak sesuai dengan realita.

Melihat narasi media di tahun 2014, harusnya insan media mulai mengkritisi segala janji kampanye, karena ini menyangkut dengan nasib anak bangsa dan harus mencerdaskan bangsa meski fakta itu pahit.

sekian.

[react]
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.